BERITABUANA.CO,JAKARTA – Pertempuran Midway (Battle of Midway) di Pasifik berlatar Perang Dunia II, pada 4 Juni 1942, diangkat kembali ke layar lebar. Pertempuran setelah serangan ke Pearl Harbor, dimana Amerika Serikat berkurang kekuatannya dan terluka pasca serangan tersebut. Didedikasikan bagi mereka yang sudah mengorbankan nyawanya dalam perang di Pasifik.

Jepang yang berharap strategi menyerang pulau pulau diduduki Amerika seperti, Kepulauan Aleut di Alaska dan Midway di Pasifik akan memancing armada Amerika, sehingga mudah dihabisi. Hal ini terbaca oleh perwira intelijen militer Edwin Layton (Patrick Wilson) yang menyebut Jepang kembali akan menyerang Amerika Serikat, menuju Midway. Namun, peringatan itu diberikan tidak bisa dipahami semua orang.

Amerika hanya memiliki tiga kapal induk tersisa yakni, kapal induk Yorktown hanya diperbaiki ala kadarnya, USS Enterprise dan Hornet,  tersisa setelah Pearl Harbor diluluhlantakkan Jepang pada 7 Desember 1941. Laksamana Chuichi Nagumo (Jun Kunimura), komandan armada Jepang yang menyerang Pearl Harbor, menggelar serangan besar-besaran ke Pulau Midway, untuk ambisinya menguasai kawasan Asia.

Midway mengisahkan tentang para penerbang dan pelaut militer di kapal induk USS Enterprise.  Amerika luluh lantak setelah pertempuran Peal Harbor dimana Amerika dalam posisi netral saat Perang Dunia II terjadi.

Setelah serangan itu, Amerika membenahi pertahanan lautnya. Mereka mengganti sejumlah pemimpin dan memulai menyusun strategi untuk menghadapi Jepang. Salah satu ujung tombak pertahanan itu USS Enterprise, dipimpin Laksamana Muda William “Bull” Halsey (Dennis Quaid).

Di kapal itu, dia memiliki sejumlah penerbang tangguh dari Dick Best (Ed Skrein) yang jempolan tapi sulit diatur, Wade McClusky (Luke Evans), Eugene Lindsay (Darren Criss) hingga teknisi terbang Bruno Gaido (Nick Jonas). Tim inilah yang memiliki peranan penting dalam penyerangan terhadap armada Jepang yang hendak menyerbu Pulau Midway, di bawah komando Laksamana Chester Nimitz (Woody Harrelson).

Pihak Amerika Serikat pada awalnya tidak mengetahui lokasi sasaran serangan Jepang. Hal tersebut dikarenakan Jepang menggunakan kode “AF” untuk menyebut Atol Midway. Kapten Angkatan Laut. Joseph J. Rochefort (Brennan Brown) yang merupakan pemecah kode, berinisiatif untuk melakukan tipuan berupa panggilan darurat tentang kerusakan sistem air tawar di Midway. Informasi pihak Jepang yang berhasil dipecahkan oleh Amerika menyatakan bahwa serangan ke Kepulauan Aleut hanyalah pengalih perhatian.

Selain itu, Jepang yang menduga Amerika Serikat akan menyadap komunikasi radio mereka dan akan menggagalkan operasi, memerintahkan mode radio senyap atau biasa disebut radio silence selama operasi. Namun, informasi tersebut tidak dapat disampaikan kepada armada Nagumo yang telah lebih dulu berangkat karena sedang dalam mode radio senyap.

Keberhasilan pertempuran Midway juga didominasi pesawat pengebom tukik Amerika. Serangan udara paling menentukan dari pesawat pengebom tukik SBD Dauntless dikomandoi oleh Wade McClusky. Jepang juga menyusun strategi perang. Setelah menjajah China, mereka juga ingin menguasai pulau-pulau kecil di kawasan Pasifik yang juga menjadi basis pertahanan Amerika. Dua tokoh militer Jepang dalam perang ini adalah Laksamana Muda Chūichi Nagumo (Jun Kunimura) dan Laksamana Isoroku Yamamoto (Etsushi Toyokawa).

Midway tidak hanya menceritakan usaha Amerika untuk mempertahankan Midway, tapi juga menceritakan bagaiamana usaha Jepang untuk menyerbu pulau itu. Sisi militer Jepang yang teguh memegang prinsip diperlihatkan dalam kisah ini.  Film ini bertabur nama besar. Yakni, Ed Skrein, Luke Evans, Dennis Quaid, Mandy Moore, Patrick Wilson, Aaron Eckhart, Woody Harrelson, Darren Cris, Nick Jonas dan lain-lain. Film ini disutradarai Roland Emmerich yang pernah membuat Independence Day pada 1996.

Namun penulis skenario kurang bisa mengembangkan cerita untuk masing masing karakter, mungkin karena karakter yang ada terlalu banyak untuk ditampilkan. sehingga kurang kuat ditampilkan. Apalagi kisah pertempuran ini memang melibatkan banyak orang yang sudah berjasa dan tercatat dalam sejarah. Jadi Wes Tooke, sebagai penulis ingin memperlihatkan kisah mereka semua, padahal ia bisa memilih salah satu atau dua karakter yang paling kuat. Secara visual film berdurasi 138 menit ini sangat menarik menjadi tontonan dengan adegan perang, visual effect sesuai teknologi terkini.

Universal Pictures sebelumnya pernah mengangkat kisah pertempuran ini pada tahun 1975 dengan judul yang sama dengan bintang Charlton Heston, Henry Fonda, James Coburn dan Toshiro Mifune. Commander Wade McClusky mendapatkan medali Naval Cross untuk perjuangannya di pertempuran Midway. Sedangkan Admiral Chester Nimitz merupakan salah satu pimpinan armada laut Amerika yang sukses membawa kemenangan bagi pasukan sekutu.(EFP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here