Penuhi Panggilan ,Polda Metro Jaya, Terkait Laporan, Terhadap Ade Armando,  Fahira, Disodorkan 13 Pertanyaan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta, Fahira Idris memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, terkait laporannya terhadap melaporkan akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, soal foto Anies Baswedan yang diubah sedemikian rupa sehingga menyerupai tokoh fiksi ‘Joker’ yang tersebar di media sosial.

Fahira memilih melaporkan perkara itu ke Polda Metro Jaya, terkait Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE tentang larangan mengubah terhadap bentuk dokumen elektronik dan/atau informasi elektronik.

Unggahan Ade Armando di medsos dinilai sebagai pencemaran nama baik. Terlebih, terdapat narasi-narasi yang mengandung ujaran kebencian pada postingan tersebut.

“Ini bisa dilihat ada di FB Ade Armando, ini adalah Gubernur DKI Jakarta yang sedang memakai busana resmi, dia ini milik Pemprov, milik publik, diubah seperti ‘Joker’ dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik,” kata Fahira. Disebutkan ‘Gubernur jahat berawal dari menteri yang dipecat’.

“Jadi menurut saya apa yang dilakukan Saudara Ade Armando harus diusut oleh pihak berwenang,” tambahnya.

Berdasarkan laporan itu, pihak kepolisian kemudian melayangkan surat panggilan pemeriksaan tehadap Fahira. Agendanya, mengklarifikasi terkait pelaporan pada Jumat (8/11/2019), sekitar pukul 10.00 WIB.

Fahira datang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, dia tak datang seorang diri, tiga kuasa hukumnya terlihat ikut mendampingi.

Selain itu, sebelum menjalani pemeriksaan Fahira sempat mengatakan bahwa dalam pemeriksaan dirinya juga membawa bukti-bukti tambahan. Alat bukti itu berupa postingan terlapor Ade Armando dan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

“Saya jam 10.00 WIB ini kan baru melakukan klarifikasi pertama. Saya tidak tahu apa yang ditanyakan, tetapi saya bawa semua bukti yang dibutuhkan,” singkatnya.

Saya murni melaksanakan tugas sebagai anggota MPR. Saya mendapat aspirasi dari masyarakat warga DKI Jakarta meminta untuk melaporkan, karena mereka tdk berani, takut ke kantor polisi.

“Pada panggilan pertama saya diperiksa selama 2 jam dipotong ishoma dengan total 13 pertanyaan,” tuturnya. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here