Basarah : Perlu Pertimbangan untuk Menambah Wakil Panglima TNI

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (Foto: Humas MPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dewasa ini bukan saja bertugas menangani masalah terkait pertahanan negara, juga bukan hanya masalah-masalah yang menyangkut dalam misi peperangan. Tapi banyak misi lain, seperti misi kemanusiaan atau mendukung tindakan anti terorisme, sehingga kebutuhan kerja institusi TNI itu semakin kompleks.

Oleh karena itu, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2019) berpendapat, penting untuk dipertimbangkan dihadirkan wakil panglima TNI, seperti wacana yang mengemuka saat ini.

Lantas, Basarah membandingkan dengan institusi Polri yang tidak ada 3 (tiga) Matra nya, justru memiliki Wakil Kepala Polri.

“Apalagi TNI yang dia punya 3 matra, AL AU dan AD. Sehingga pandangan kami, perlu dipertimbangkan untuk hadirnya institusi wakil panglima TNI,” kata dia lagi.

Soal keberadaan Kepala Staf di TNI, Basarah pun menyatakan, kepala staf ada pada matranya masing-masing. Sebab, yang menyangkut koordinasi Panglima TNI, baik internal maupun eksternal kata Basarah itu ada pada level Mabes TNI.

Agar tidak ada ‘matahari kembar’ antara Panglima TNI dengan wakilnya karena sama-sama jenderal bintang empat, Basarah mengatakan, soal pembagian tugas dan wewenang menyangkut panglima dan wakil panglima TNI, hal itu dikatakansaya peraturan presiden bisa mengaturnya.

“Tapi yang paling penting menurut hemat saya bagaimana sesungguhnya kebutuhan institusi TNI itu sendiri. Kalau pandangan perlu hadirnya struktur wakil panglima TNI itu adalah memang sesuai kebutuhan kinerja TNI, ya saya kira mengapa tidak untuk institusi itu diadakan,” katanya.

Dikatakan, Presiden selaku pimpinan tertinggi TNI punya pandangan, punya kajian yang mendalam, tentu mendapat masukan dari berbagai pihak, juga dari pihak Panglima TNI sendiri tentang penting atau tidaknya jabatan atau struktur wakil panglima TNI itu sendiri.

“Saya kira, harus kita lihat dalam kajian yang lebih komprehensif. Institusi TNI saat ini dibutuhkan hadir bukan hanya sebagai institusi yang menjaga pertahanan negara, yang menjaga sifat situasi dalam keadaan perang,” ujarnya.

Lanjut dia, TNI semakin kompleks, bangsa ini juga semakin membutuhkan kehadiran TNI untuk kegiatan-kegiatan mendukung Polri melakukan pemberantasan terorisme, ekstrimisme, dan berbagai macam ancaman-ancaman kedaulatan bangsa.

“Sehingga struktur dari institusi TNI ini perlu diperkuat. Saya kira Presiden RI sebagai panglima tertinggi TNI yang paling tahu kebutuhan itu,” tambah Basarah. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here