Imigrasi Rl dan Malaysia Sepakati Kerja Sama Bilateral

DALAM perhimpunan negara negara Asean hubungan bilateral antara lndonesia dengan Malaysia mungkin yang paling baik. Apalagi di antara kedua negara yang serumpun ini sering terjadi pertukaran sosial budaya yang masif di banding antara negara Asean lainnya.

Memang, beberapa kali terjadi perselisihan entah karena masalah pekerja migran atau sebab lainnya, namun umumnya semua bisa diselesaikan secara baik-baik. Di samping kesamaan bahasa, budaya, dan agama mayoritas muslim hubungan RI-Malaysia memang sangat harmonis.

Ini dibuktikan juga oleh kerja sama bidang imigrasi kedua negara. Direktorat Jenderal lmigrasi RI dan Jabatan lmigresen Malaysia (JIM) sepakat memperkuat sejumlah hal dalam keimigrasian. Penguatan hubungan kerja sama ini dilaksanakan lewat Forum Consultation di Kuching, Sarawak, Malaysia.

“Fokus utama pembahasan meliputi isu-isu berkaitan dengan permasalahan perbatasan, seperti kesepakatan dalam manajemen wilayah perbatasan,” kata Dirjen lmigrasi Ronny F Sompie.

Selain itu, pertemuan juga membahas pengawasan mobilitas orang keluar masuk melalui perbatasan antara lndonesia dan Malaysia, perlindungan warga negara khususnya para pekerja migran dan keluarga seperti pengurusan izin tinggal.

Kemudian, pembuatan kesepakatan kerja sama, pelaksanaan pelatihan bersama dan peningkatan kapasitas sumber daya pegawai lmigrasi kedua negara.

Selanjutnya, pengurusan Pendatang Asing Tanpa lzin (PATI) Ronny, menjelaskan Ditjen lmigrasi terus memberikan perlindungan kepada pekerja migran lndonesia di Malaysia.

Dia menambahkan pertemuan turut membahas isu isu rumah detensi di Malaysia serta langkah-langkah mempercepat pengurusan pemulangan warga lndonesia yang bermasalah hukum di Malaysia. Selain itu, dibahas isu perdagangan manusia (human trafficking) serta kerja sama strategis yang dapat diimplementasikan pada masa mendatang.

Pembicaraan yang berlangsung di Kuching, Serawak ini, JIM diketuai oleh Direktur lmigrasi Dato’ lndera Khairul Dzaimee Bin Daud dan Ditjen lmigasi lndonesia dipimpin Ronny F Sompie, didampingi para pejabat terkait kedua negara termasuk Atasi lmigrasi KBRI Kuala Kumpur Mulkan Lekat.

Pertemuan tersebut merupakan satu medium mengeratkan hubungan antarlembaga dan membincangkan isu-isu terkait keimigrasian dan operasi sehari- hari yang memerlukan kerja sama kedua belah pihak.

Di antara yang fokus utama, pertemuan tersebut adalah isu -isu penjagaan perbatasan dan pengurusan dokumen perjalanan.

“Kesepakatan dalam pengurusan penjagaan perbatasan dan pergerakan keluar masuk di antara kedua negara amat penting untuk memastikan kedaulatan dan keamanan perbatasan negara agar setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan diplomasi,” kata Direktur JIM, Dato lndera Khairul Dzaime Bin Daud. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here