Di era Digital, Azertac Fokus pada Medsos dan Platform Multimedia

AzerTac

KUALA LUMPUR – Kantor Berita Negara Azerbaijan (Azertac) beradaptasi dengan baik terhadap perubahan di era digital melalui penggunaan luas platform media sosial untuk meningkatkan efisiensi produksi berita.

Ketua Dewan Azertac, Aslan Aslanov mengatakan bahwa Agency, yang merayakan ulang tahun keseratusnya tahun depan, telah membentuk Departemen Sumber Daya Informasi dan Multimedia untuk lebih mengembangkan penggunaan media sosial dan multimedia untuk platform berita.

Dia menunjukkan bahwa saat ini, Azertac telah menciptakan 40 jaringan media sosial dan lima situs web, memanfaatkan sepenuhnya di media sosial untuk meningkatkan jumlah pembaca berita dan kontennya dan untuk mempercepat pengiriman berita kepada kliennya. Azertac meluncurkan divisi produksi multimedia pada tahun 2011.

“Media sosial sangat penting untuk menyampaikan berita dan konten secepat mungkin. Tidak ada jalan lain untuk media dunia,” katanya kepada Bernama International News Service selama sesi diskusi dan wawancara di kantor pusat Azertec di Baku, Azerbaijan, baru-baru ini.

Sesi ini juga dihadiri oleh Kepala Departemen Internasional Azertac, Suleyman D.Ibrahimov dan Pemimpin Redaksi Departemen Sumber Daya Multimedia dan Informasi Elshan Shahbalaye.

Azertac dan Badan Berita Nasional Malaysia (Bernama) menandatangani perjanjian kerja sama untuk pertukaran berita pada Oktober 2014. Bernama juga merupakan anggota Dewan eksekutif dari Organisasi Agen Berita Asia-Pasifik (OANA), di mana Azertac adalah ketua.

Aslanov, yang juga Presiden OANA, mengatakan Azertac sepenuhnya menyadari potensi media modern dan pentingnya teknik inovatif untuk menarik audiens yang lebih besar dan basis pelanggan.

“Jika Anda hanya mengeluarkan berita dalam format teks biasa, mungkin 1.000 hingga 2.000 pembaca akan membaca, tetapi jika itu dalam format multimedia, Anda akan mendapatkan beberapa juta pembaca.

“Hari ini, tidak ada yang tertarik membaca teks biasa … pembaca, terutama generasi muda, lebih tertarik membaca dan menonton berita dalam bentuk video, foto, infografis dan sebagainya,” jelasnya.

Dalam sebuah diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam, Aslanov juga menginformasikan bahwa markas baru Azertac akan dibuka pada bulan Maret tahun depan bersamaan dengan ulang tahun keseratusnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bertentangan dengan kepercayaan populer, Azertac sebenarnya adalah entitas media yang dikelola secara independen walaupun ia menerima sejumlah dana dari pemerintah Azerbaijan.

“Itu didirikan pada 1 Maret 1920, sebagai Azertac, sebagai lembaga negara, tetapi sejak 2017 struktur kami telah berubah. Kami hanya menyimpan nama … hanya ingatan sejarah,” katanya.

Selama era Soviet, Azertac beroperasi dengan berbagai nama tetapi setelah Azerbaijan memperoleh kembali kemerdekaannya pada tahun 1991, nama (Azertac) dipulihkan.

Aslanov juga mengatakan bahwa Azertac sebagian besar beroperasi atas pendanaannya sendiri dan sumber pendapatannya sebagian besar berasal dari iklan yang ditempatkan pada berita video, situs web, dan platform lainnya oleh perusahaan, agen pemerintah, dan individu. Azertac juga menjual berita ke media cetak dan elektronik lokal.

“Berita ekonomi dan bisnis adalah yang paling menguntungkan,” katanya.

Lebih lanjut Aslanov mengatakan bahwa Azertac memiliki biro di 21 negara dan Azertac menghasilkan berita dan informasi dalam delapan bahasa, yaitu Azerbaijan, Inggris, Rusia, Cina, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Arab.

Azertac memiliki sekitar 300 staf dan di Azerbaijan, ia memiliki biro di 10 lokasi di seluruh negeri, dan mengirimkan minimal 650 item berita per hari, katanya.

Aslanov mengatakan Azertac berencana untuk membuka empat biro lagi pada akhir tahun ini dan mulai tahun depan, termasuk yang pertama di Amerika Latin (Argentina), selain Arab Saudi, Pakistan dan Korea Selatan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here