Tiga Buronan Pembobol Dana Bank Permata Ditangkap

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djami mengapresiasi kinerja tim buru sergap (Buser) Bareskrim Polri, yang berhasil menangkap tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ketiganya merupakan tersangka kasus pembobolan dana Bank Permata senilai Rp1 triliun yang buron sejak beberapa bulan lalu saat akan dilakukan penyidikan.

“Tentunya kita harus mengapresiasi kinerja Polri, dalam hal ini Bareskrim yang telah berhasil melindungi warga negaranya dari kejahatan orang lain,” ujar Nasir kepada wartawan, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya, pimpinan Polri seharusnya juga ikut mengapresiasi dalam bentuk reward atau penghargaan.

“Penangkapan ini harus diapresiasi oleh pimpinan Polri, mereka (polisi) di lapangan sudah lelah dan bekerja keras sehingga buronan (DPO) yang dicari berhasil ditangkap,” terang politisi dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sementara itu, Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, saat dihubungi mengaku belum tahu dan akan melakukan cross cek terkait penangkapan tersebut. “Terima kasih informasinya, saya akan konfirmasi ke Bareskrim dulu ya,” jawabnya singkat.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, Bareskrim berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga telah membobol
Bank Permata menggunakan pengajuan kredit fiktif terkait pembiayaan proyek-proyek PT Pertamina (Persero), dengan plafond kredit senilai sekitar Rp1 triliun.

Disebutkan, ketiga orang pelaku merupakan pengurus PT. Megah Jaya Prima Lestari (PT MJPL) yaitu Sumarto Gosal selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 %, Silvia selaku Direktur sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,33 % dan yang ketiga yaitu The Johnny selaku Komisaris sekaligus pemegang saham dengan prosentase 33,34 % yang merupakan kontraktor atau rekanan di PT. Pertamina.

Adapun modus pelaku melakukan kejahatan yakni dengan cara mengajukan kredit pembiayaan 7 kontrak proyek PT Pertamina kepada Bank Permata dan selanjutnya dilakukan pencairan kredit pada bulan Desember 2013 hingga Mei 2015 sebanyak 61 kali sejumlah Rp 892.062.287.312 Miliar.

Namun pembayaran kewajiban mulai macet pada tahun 2017, sehingga Bank Permata mulai curiga dan pada akhir tahun 2017 Bank Permata meminta konfirmasi kepada PT Pertamina dan direspon oleh PT Pertamina, bahwa ketujuh kontrak proyek PT Pertamina yang diajukan oleh PT MJPL untuk dibiayai kreditnya oleh Bank Permata adalah palsu/fiktif/bodong.

Setelah mengetahui adanya kepalsuan atas 7 kontrak proyek PT Pertamina tersebut dan kredit fiktif yang telah dicairkan senilai total Rp892.062.287.312, maka Bank Permata melaporkan pengurus PT MJP dan supplier ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana penipuan, pemalsuan (surat, akta dan jaminan fidusia), pencucian uang berdasarkan Laporan Polisi No.Pol: LP/115/I/2018/Bareskrim tertanggal 24 Januari 2018, yang ditangani oleh Subdit V Jatanwil Direktorat Tipidum Bareskrim Polri.

Setelah dilakukan proses penyidikan atas laporan pidana yang diajukan oleh Bank Permata maka pada bulan Desember 2018, Penyidik telah menetapkan ketiga pengurus PT MJPL sebagai tersangka, yaitu SG alias Sumarto Gosal, S alias Silvia dan TJ alias The Johnny.

Ketiganya merupakan pengusaha terpandang di Makassar, The Johnny dan Silvia adalah suami istri, sedangkan Sumarto Gosal adalah adik dari The Johnny.

Saat dilakukan pemanggilan pada Juli 2019 silam, ketiganya mangkir dan tanpa diketahui keberadaannya. Atas fakta tersebut, penyidik kemudian melakukan pencarian hingga berhasil menangkap ketiga tersangka DPO tersebut. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here