Warning Panglima TNI: Papua Berpotensi Konflik pada Pilkada 2020

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wilayah Papua berpotensi terjadi konflik isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) dan konflik horizontal, hingga politik uang saat pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat raoat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, TNI akan dilibatkan dalam pengamanan dari mulai tahapan Pilkada serentak 2020.

“Adapun daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu SARA, konflik horizontal dan politik uang adalah wilayah Papua,” kata Hadi.

Seperti diketahui, sebanyak 11 dari 29 kabupaten dan kota di Papua akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang.

Adapun 11 kabupaten yang akan melaksanakan pilkada yaitu Kabupaten Waropen, Supiori, Merauke, Yalimo, Boven Digul, Asmat, Mamberamo Raya, Nabire, Keerom, Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Yahukimo.

Untuk itu, Panglima TNI menyatakan, guna mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak tersebut TNI menyiagakan personel dan alutsista untuk perbantuan kepada Polri sesuai dengan Undang-undang (UU) dan aturan yang berlaku.

“Pada Pemilu yang lalu TNI mengerahkan kekuatan sebesar 2/3 dari kekuatan yang dikerahkan oleh Polri,” terang Hadi. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here