Sistem Pertahanan di Ibukota Negara, Mutlak Bagi Indonesia

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjajanto.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pembangunan sistem pertahanan di Ibukota Megara, merupakan suatu hal yang mutlak bagi Indonesia. Dalam situasi krisis atau perang, Ibukota suatu negara akan menjadi sektor center of gravity, yang tentunya akan diserang oleh musuh hingga kekuatan penuh.

“Terkait dengan pemindahan Ibu kota negara, beberapa hal di bidang pertahanan yang perlu menjadi perhatian kita adalah pemberlakuan Air Defence Identification Zone (Adis), restricted and prohibited Area (daerah terbatas dan terlarang) sesuai PP nomor 4 tahun 2018 tentang pengamanan wilayah udara republik Indonesia,” kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto menjawab wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (6/11/2019).

Selanjutnya kata Hadi, TNI melakukan gelar kekuatan militer yang mampu menghadapi segala bentuk ancaman. Kemudian, pembangunan sistem pertahanan penangkal serangan rudal, pesawat udara musuh, roket, infiltran sabotase siber dan serta ancaman chemical biology dan radio aktif, nuclear dan exlposive.

Selain itu, memiliki jalur pendekatan dalam mobilisasi kekuatan militer baik aspek darat laut udara sebagai persiapan rencana kontijensi dan rute evakuasi VVIP.

Dalam rangka relokasi TNI ke Ibukota Negara baru, Kalimantan Timur, Panglima TNI menyatakan, maka konsep penempatan satuan-satuan TNI dan pangkalan militer lainnya berada di Penajam Pasir Utara, bersama Istana Presiden, Gedung MPR/DPR, Kementrian/Lembaga Negara dan gedung kedutaan negara sahabat. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here