Kejagung Periksa Komut PT Nugraha Alam Prima Terkait Kredit Macet Rp15 Miliar di BTN

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa Komisaris Utama PT Nugraha Alam Prima (NAP), Dr Aries Rosyan Rachman sebagai saksi kasus kredit macet sebesar Rp15 miliar pada PT.Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gresik.

“Dr Aries Rosyan Rachman diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pemberian kredit Yasa Griya oleh PT. BTN Cabang Gresik kepada PT. Graha Permata Wahana (GPW),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri SH MH, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (06/11/2019).

Menurutnya, saksi Aries Rosyan diperiksa terkait pengambilalihan fasilitas kredit (menjadi novator) atas fasilitas kredit PT Tiara Fatuba Graha Permata Wahana dari PT Bank Tabungan Negara.

Kasus ini berawal pada bulan Desember 2011 PT. BTN cabang Gresik telah memberikan fasilitas Kredit Yasa Griya (KYG) kepada PT. Graha Permata Wahana sebesar Rp 5 miliyar yang prosedur pemberiannya dilakukan secara melawan hukum tidak sesuai surat edaran direksi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sehingga, lanjut, Kapuspenkum, terjadi kredit macet sebesar Rp 4,1 miliyar.

Kemudian, kata Mukri, pada bulan Desember 2015, Asset Managemen Division (AMD) Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan hutang) secara sepihak kepada PT. Nugra Alam Prima (NAP) dengan nilai plafond Rp 6,5 miliyar dan tanpa ada tambahan agunan sehingga, menyebabkan kredit macet kembali sebesar Rp 5,7 miliyar.

Selanjutnya, pada bulan November 2016, AMD Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan hutang) kembali secara sepihak dari PT. NAP kepada PT. Lintang Jaya Property (LJP).

“AMD Kantor Pusat BTN melakukan hal tersebut tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tanpa ada tambahan agunan kembali dengan plafond kredit sebesar Rp 16 miliyar. Hal tersebut menyebabkan kredit macet kembali sebesar Rp 15 miliyar dengan kategori kolektibilitas 5,” kata Mukri. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here