Jenderal Idham Azis: lbarat Kartu Gaplek Saya Ini Balak Kosong

KAPOLRI Jenderal ldham Azis benar-benar pemimpin apa adanya, bicara ceplas ceplos dan selalu menggunakan bahasa rakyat yang sederhana, sehingga terkesan kurang intelek.

Tapi apa yang sering diucapkan Idham Azis secara blak-blakan, ternyata sarat makna dan selalu mendapat respons positif anak buah.

Gaya atau seni kepemimpinan Idham Azis bakal mewarnai dan bahkan memberikan inpirasi para yuniornya di setiap tingkatan institusi Polri ke depan.

Betapa tidak, gaya kepemimpinan seperti ini jarang ditemui di setiap institusi negara baik sipil maupun militer. Umumnya yang dipakai sudah merupakan role model yang berlaku umum. Tapi Idham Azis memilih keluar dari pakem.

Terbukti, saat lepas kenal dengan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Hanggar Korps Brimob Polri, Rabu ( 6/7/2019), ldham membuat pernyataan yang membuat lebih dari seratus jenderal dan para kapolda tersenyum simpul.

“Ibarat kartu gaple, saya ini balak kosong, jadi gak ada yang mengira saya bisa dicalonkan sebagai Kapolri,” tuturnya.

Menurut Idham, sejak awal dia tidak berniat jadi Kapolri. “Terus terang saya sudah beberapa kali ngomong sama Pak Tito. Sebab itu, sewaktu saya ditelpon ajudan Presiden Jokowi untuk menghadap ke istana, saya langsung melapor ke Pak Haji (Tito). Pak Haji meminta saya sholat lohor dulu sebelum menghadap Presiden,” cerita Idham Azis.

Sesampai di istana, menurut Idham Azis, Presiden Joko Widodo, bertanya berapa lama lagi masa dinasnya di Polri. “Spontan saya menjawab sampai 1 Februari 2021 Bapak Presiden. Kalo gitu Pak ldham yang menggantikan Pak Tito sebagai Kapolri. Saking kaget, saya terdiam sebentar. Kemudian, saya jawab siap laksanakan Pak Presiden,” tutur Idham Azis lagi.

“Setelah pulang dari istana pertama kali saya lapor lagi ke Pak Tito, kalau saya sudah ditunjuk Pak Jokowi jadi Kapolri,” jelas mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Mengakhiri sambutannya, ldham Azis mengajak jajarannya untuk meningkatkan sinergitas dan soliditas dengan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sebagai Kapolri, saya akan bekerja semaksimal mungkin selama 14 bulan ke depan. Saya tidak akan berbuat yang aneh-aneh untuk mempertahankan jabatan, misalnya minta diperpanjang. Tidak ada kamus seperti itu dalam hidup saya. Kalau sudah duduk lupa berdiri,” tegas Idham lagi.

Setelah itu, Idham Azis, sebagai Kapolri mengantar Jenderal Purn Tito Karnavian, yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri, melakukan prosesi pelepasan di gerbang Mako Brimob. (nico karundeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here