Kasus Suap Penanganan Perkara, Kejagung Telisik Dugaan Keterlibatan Kajati DKI

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengakui, pihaknya masih melakukan penyidikan kasus suap jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Karena itu, Adi membantah jika penanganan perkara tersebut jalan ditempat.

“Tidak,  tidak benar itu.  Perkaranya tetap jalan terus, ” kata Adi menanggapi perkembangan pemberkasan terhadap tiga tersangka dalam perkara dugaan suap tersebut,  di Kejaksaan Agung,  Senin (04/11/2019).

Meski demikian,  Adi mengaku belum mendapat laporan perkembangan terakhir penanganan kasus tersebut. Apapun hasil perkembangan penyidikan, lanjut Adi, akan diselesaikan hingga tuntas. Termasuk mendalami kemungkinan dugaan keterlibatan Kepala Kejati DKI Jakarta.

“Yakinlah.  Kita komit untuk menuntaskan. Kita bekerja profesional. Semua didasarkan kepada alat bukti bukan asumsi, ” katanya.

Berdasarkan informasi, berkas atas nama tersangka Yuniar Sinar Pamungkas telah dilimpahkan tahap pertama ke Bagian Penuntutan. Yuniar sendiri telah dicopot  dari jabatan Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Tindak Pidana Umum.

Dua tersangka lain dalam perkara suap ini adalah,  Yadi Hedianto (Mantan Kepala Subseksi Penuntutan), dan Arih Wira Euranta Ginting (Mantan Ketua Tim Jaksa Penuntut).

Seperti diketahui, dugaan suap sebesar Rp200 juta berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) penyidik KPK terhadap Aspidum Kejati DKI Agus Winoto.

Kasusnya berawal dari laporan pengusaha Sendy Perico di Polda Metro Jaya terhadap Hary Suwanda dan Raymond Rawung.

Berkas kemudian dilimpahkan ke Kejati DKI.  Namun karena  perbuatan pidananya terjadi di wilayah hukum Jakarta Barat, perkaranya pun terdaftar di Kejaksaan Negeri Jakbar.

Dari sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Jakarta Barat, perkara dugaan penipuan investasi sebesar Rp11 miliar ini disidangkan,  26 Maret 2019.

Tetapi,  Dua bulan kemudian, Hary Suganda memilih damai dengan Sendy. Ia membayar ganti rugi Rp5 miliar dan sebuah rumah di daerah Jakarta Pusat serta berjanji bakal melunasi kerugian.

Atas sikap kooperatifnya, Hary meminta jaksa meringankan tuntutan. Perdamaian antara kedua pihak terjadi sekitar Mei 2019 saat pemeriksaan saksi masih berjalan di persidangan.

Menindak lanjuti kesepakatan itu,   Sendy mencari jalan agar tuntutan terhadap Hary bisa diturunkan. Melalui pengacaranya Alvin Suherman, meminta bantuan Tjhun Tje Ming alias Aming, orang yang dianggap mempunyai akses ke Kejati DKI Jakarta, untuk mengurangi tuntutan.

Dugaan suap terjaeu,  uang Rp200 juta diberikan Sendy melalui Alvin kepada Yadi Herdianto.

Namun,  KPK sudah mencium dan mengaruk Agus, Sendy,  Alvin serta Yuniar dan Sigit, Jumat (28/6/2019).  Agus,  Sendy dan Alvin dijadikan tersangka oleh KPK dan ditahan.

Sedangkan,  Yuniar dan Sigit ditangani Kejaksaan Agung dan dijadikan tersangka.  Belakangan,  Ari juga turut ditetapkan tersangka dan ditahan di Rutan Kejagung. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here