Catat, Akan Ada Peringatan Pertemuan Bung Karno Dengan Marhaen

by -
Jacobus Mayong Padang, politisi PDI Perjuangan.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Para aktivis yang tergabung dalam Pemerhati Bandung Bersejarah (PeBeBe), akan mengadakan peringatan pertemuan Bung Karno dengan Marhaen. Seperti diketahui, ketika menjadi mahasiswa di Technische Hooge School (THS) sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB), Soekarno bertemu dengan seorang petani miskin bernama Marhaen di desa Cibintinu, di selatan Bandung.

Pertemuan pemuda Soekarno dengan petani Marhaen diperkirakan pada tahun 1926 – 1927. Terinspirasi dengan kisah hidup Marhaen, Bung Karno kemudian melahirkan konsepsi idiologi marhaenisme, idiologi perjuangan, menentang penindasan manusia atas manusia. Dalam pledoinya Indonesia Menggugat , tahun 1930, Soekarno pertama kali menggunakan istilah marhaen mengganti istilah proletar.

Aktivis PeBeBe Jakobus Kamarlo Mayong Padang (Kobu) menyatakan, acara peringatan akan dilaksanakan secara sederhana di Banceuy pada hari Sabtu (9/11/2019) malam.

“Kami sedang menyiapkan acara peringatan pertemuan Bung Karno dengan si Marhaen,” kata Kobu di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, acara peringatan diawali napak tilas situs Bung Karno di Kota Bandung. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan menampilkan pembicara seperti Guruh Soekarnoputra, Dr Retor Kaligis, dr Andi Talman, Roso Daras dan Kadis Parbud Jawa Barat.

Menurut Kobu, acara peringatan pertemuan Bung Karno dengan Marhaen diadakan PeBeBe mengutamakan semangat memantik kembali api nasionalisme Bung Karno. Kegiatan serupa pun direncanakan berkelanjutan agar Bandung jelas menjadi kota bersejarah dan semangat Bung Karno untuk mensejahterakan kaum Marhaen dipahami seluruh pengelola negara.

Tentang tujuan dari acara yang mereka adakan, Kobu mengatakan untuk memperjelas Bandung adalah sebagai kota bersejarah. Terutama dikaitkan dengan peran utama Bung Karno, karena di Bandung lah sesungguhnya Bung Karno menenun Indonesia.

“Tetapi wajah Bandung sekarang adalah wajah kuliner, shopping, rekreasi, sementara peran kesejarahannya redup,” ujar Kobu.

Tujuan lainnya tambah dia, adalah menyampaikan ulang atau menyegarkan makna pertemuan Bung Karno-Marhaen, yang berulangkali mendapat penekanan Bung Karno, bahwa kaum Marhaen harus mendapat perhatian serius oleh seluruh penyelenggara negara.

Lebih penting lagi tujuan peringatan dikatakan Kobu, menyalakan kembali api nasionalisme di Bandung khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya. Karena di Bandung lah Bung Karno memantik api nasionalisme, lalu menjalar ke seluruh pelosok tanah air membakar semangat putra putri bangsa bangkit melawan penjajahan.

“Tetapi hari ini apa yang terjadi di Bandung dan Jabar ? Tingkat intoleransi meningkat tajam,” katanya bersemangat. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *