UNDP, Citibank dan Kemenpora Berkolaborasi untuk Dukung Penguatan Aspek Kewirausahaan Bagi Generasi Muda

Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia (tengah), Muhammad Didi Hardiana Team Leader Innovative Financing Lab UNDP Indonesia (ketiga dari kiri) dan Imam Gunawan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (paling kanan) berfoto bersama dengan para pemenang Program Youth Co;Lab 2019. Program ini bertujuan untuk membangun agenda bersama bagi negara-negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi dan memberdayakan generasi muda guna mempercepat implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs).

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan PBB untuk Pembangunan/United Nations Development Programme (UNDP) dan Citi Indonesia (Citibank), dengan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) serta Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia hari ini mengadakan Dialog Nasional di Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan aspek kewirausahaan bagi generasi muda di Indonesia.

Dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari seluruh Indonesia, Dialog Nasional menjadi wadah titik temu dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan kewirausahaan pemuda yang berbasis sosial (sociopreneurship).

Para pemangku kepentingan terkait, yang terdiri dari atas korporasi, perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas, investor, penggiat wirausaha, serta para perwakilan wirausahawan muda, membahas lima agenda penting yang menjadi prioritas dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan wirausahawan muda di Indonesia.

Tiga pemenang kompetisi demo day dan para peserta Youth Co:Lab Indonesia 2019 lainnya juga menjadi perwakilan dari wirusahawan muda sosial di Indonesia dalam diskusi ini.

Dalam sambutannya, Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan dan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengatakan, “Melalui Dialog Nasional yang kita lakukan secara bersama-sama pada hari ini, energi kumulatif akan mewujudkan dampak yang terus berlanjut. Hal-hal yang harus terus diingat adalah dalam membuat ekosistem kewirausahaan, diperlukan regulasi dan kelembagaan yang dipetakan dengan baik.”

Dialog Nasional ini merupakan bagian dari program Youth Co:Lab, yang merupakan inisiasi bersama antara UNDP dan Citi Foundation (Citibank) sejak 2017 serta bertujuan untuk membangun agenda bersama bagi negara-negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi dan memberdayakan generasi muda guna mempercepat implementasi SDGs melalui jiwa kepemimpinan, inovasi sosial dan kewirausahaan. Di Indonesia, Youth Co:Lab juga didukung oleh Kemenpora RI serta Bekraf.

“Kami percaya bahwa generasi muda memiliki peran penting bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam hal keterampilan wirausaha di dalam Youth Co:Lab ini , maka generasi muda dapat bertindak sebagai katalis dan agen perubahan guna mengatasi masalah sosial yang terjadi di sekeliling mereka melalui langkah-langkah inovatif yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” ujar Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia.

Berdasarkan laporan “Youth Entrepreneurship in Asia Pacific” hasil dari riset bersama GEM dan Youth Co:Lab, Indonesia memiliki wirausahawan muda tahap awal terbanyak di seluruh Asia Pasifik. Hal ini membawa Indonesia berada diatas posisi Tiongkok dan Vietnam.

Wirausahawan muda di Indonesia juga disebut cukup inovatif dan terampil dalam dunia kewirausahaan, namun faktor kekhawatiran kegagalan usaha merupakan faktor terbesar anak muda di Indonesia tidak berani menjadi wirausahawan. Tercatat bahwa Indonesia memiliki level ‘fear of failure’ kedua tertinggi setelah Vietnam.

Data GEM juga menunjukkan beberapa daerah di luar Jawa masih memiliki populasi wirausahawan muda yang rendah contohnya seperti Aceh, Papua Barat, Riau.

Oleh karena itu, dalam tahun kedua penyelenggarannya, Dialog Nasional berfokus terhadap 5 pilar kebijakan untuk perkembangan ekosistem wirausaha. Pilar-pilar tersebut mencakup “Talent” yang membahas mengenai pengembangan sumber daya manusia untuk entrepreneurship, “Density” yang membicarakan infrastruktur yang membantu jumlah populasi startup, “Culture” yang membahas mengenai pengembangan kultur wirausaha di Indonesia, “Capital” yang fokus terhadap akses kapital untuk wirausahawan muda, serta “Regulatory” yang mencakup kebijakan pemerintah untuk wirausahawan muda.

Melalui diskusi secara holistik, diharapkan di akhir acara para peserta dapat merangkum suatu rekomendasi kebijakan serta membangun kolaborasi untuk peningkatan kualitas pengembangan kewirausahaan muda di Indonesia.

Muhammad Didi Hardiana, Head of Innovative Financing Lab UNDP Indonesia menjelaskan, “Dialog Nasional ini membawa dampak besar bagi kewirausahaan sosial kaum muda. Ekosistem untuk berwirausaha perlu diperkuat dan dijadikan titik kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi bonus demografi dalam beberapa tahun kedepan”.

Abdul Latif, Pendiri Kepul.id, yang juga merupakan juara 1 dari program Youth Co:Lab di Indonesia mengatakan, “Dengan kita berdialog tentunya sangat berpengaruh pada semua hal yang akan kita lakukan, termasuk apa yang kita simpulkan dari hasil sebuah dialog. Kita semua berharap dengan Dialog Nasional ini, kita bisa saling berkolaborasi dan bersinergi untuk menumbuhkan sebuah inovasi yang membantu memecahkan berbagai persoalan sosial di masyarakat.”

Sebagai puncak acara, dalam Dialog Nasional dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk keberlanjutan pengembangan kewirausahaan muda di Indonesia, yang dilakukan oleh Imam Gunawan, Asisten Deputi Kewirausahaan dan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Muhammad Didi Hardiana, Head of Innovative Financing Lab UNDP Indonesia, serta Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here