Era Mobil Listrik Di Depan Mata, Siapa Lebih Siap

BERITABUANA.CO, JAKARTA –Kehadiran mobil listrik di Indonesia tinggal menunggu waktu apalagi Pemerintah sepertinya sangat serius mentransformasi sektor transportasi kita. Hal ini dibuktikan dengan ditekennya peraturan presiden terkait mobil listrik pada Senin (5/8) lalu yakni Perpres No 55/2019 terkait Kendaraan Listrik.

Lalu produsen otomotif di tanah air mulai berlomba lomba memperkenalkan teknologi yang terkait dengan mobil listrik. Tetapi sebenarnya Toyota Astra Motor (TAM) APM Toyota di Indonesia telah lebih dulu mempersiapkan teknologi listrik.

Toyota menghadirkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) pada 1997 tak hanya menjadikanya sebagai pionir kendaran ramah lingkungan di dunia. Hybrid Synergy Drive (HSD) sebagai teknologi generasi terbaru dari pengembangan THS memotivasi Toyota untuk menghadirkan lebih banyak lagi line-up mobil HEV di pasar global dan menempatkan Toyota sebagai merek kendaraan ramah lingkungan terbesar di dunia saat ini.

“Teknologi HEV yang terus dikembangkan dan disempurnakan Toyota tak hanya menjadikannya sebagai pionir, tetapi juga produsen kendaraan ramah lingkungan terbesar di pasar global. Hampir semua line-up kendaraan global Toyota kini mempunyai varian HEV yang kehadirannya diterima pasar otomotif dunia,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy beberapa waktu yang lalu

Pengembangan kendaraan ramah lingkungan melalui teknologi elektrifikasi sudah dimulai Toyota sejak awal 1990. Selain berbasis Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Toyota juga mengembangkan kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-In Hybrid Electrid vehicle (PHEV) dalam upaya menjawab tantangan mobilitas masa depan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dengan emisi CO2 yang rendah.

Sejumlah mobil konsep (concept car) dengan masing-masing platform elektrifikasi tersebut berhasil diciptakan. Mengingat teknologi tersebut memiliki keunggulan yang berbeda-beda dan penggunaannya perlu memperhatikan situasi kondisi sumber energi di masing-masing negara, HEV merupakan kendaraan elektrifikasi yang lebih dulu diprioritaskan untuk diproduksi secara massal oleh Toyota.

Prius HEV adalah kendaraan hybrid pertama di dunia yang dikembangan Toyota dengan teknologi THS generasi I pada 1997 hingga 2003. Pada akhir 2003, Toyota menyempurnakan THS generasi I dengan menghadirkan THS generasi II.

Memadukan penerapan konsep rancangan Toyota New Global Architecture (TNGA), Toyota dengan teknologi HEV-nya mampu mengimpelementasikan teknologi HEV pada setiap line-up yang dimilikinya.

Melalui teknologi tersebut Toyota berhasil menekan emisi CO2 melalui efisiensi konsumsi bahan bakar yang cukup signifikan.

“Berbagai kemajuan yang dicapai dalam pengembangan teknologi HEV bersamaan dengan penerapan konsep rancangan Toyota New Global Architecture, menjadikan Toyota tidak hanya berhasil melahirkan kendaraan yang nyaman, tapi juga semakin efisien dan ramah lingkungan yang diterima pasar global. Hingga saat ini, Toyota dan Lexus telah memiliki lebih dari 40 model HEV di seluruh dunia dengan penjualan mencapai lebih dari 14 juta unit,” kata Anton.

Teknologi Hybrid Synergy Drive (HSD)

Pengembangan Hybrid Synergy Drive (HSD) sebagai sebuah teknologi mobil HEV yang dikembangkan Toyota saat ini sudah banyak diterapkan pada beberapa produk Toyota seperti Auris, Prius, Highlander Hybrid, Camry Hybrid, C-HR Hybrid, Estima, Alphard Hybrid, Corolla Hybrid, Lexus CT, Lexus RX 400h/RX 450h, Lexus GS 450h, Lexus LS 600h/LS 600hL, dan Lexus HS 250h.

Melalui berbagai pengembangan teknologi HEV secara intens selama 30 tahun terakhir ini, Toyota telah berhasil menguasai puluhan ribu hak paten teknologi kendaraan elektrifikasi. Untuk mendorong pertumbuhan pasar mobil listrik, Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai pemegang hak paten telah membebaskan sekitar 24.000 hak paten tersebut, termasuk memberikan lisensi teknologi hybrid-nya kepada pabrikan serta perusahaan supplier komponen hybrid.

Dibanding teknologi hybrid yang dikembangkan dan diterapkan pabrikan lainnya, HSD bisa membuat sebuah mobil hybrid menjadi mobil hybrid “penuh” artinya bisa berjalan hanya menggunakan motor listrik saja. Karena itu setiap line-up hybrid Toyota memiliki mode berkendara EV (electric vehicle), selain ECO, Normal dan Sport Mode. Dengan mennggunakan EV mode, mobil tetap berjalan dengan menggunakan baterai sebagai tenaga penggeraknya.

Sistem HSD Toyota terdiri dari enam komponen utama yaitu, mesin bensin (gasoline engine), motor listrik, generator listrik, unit kontrol daya, dan perangkat pemisah daya (power split device) yang menggunakan tipe gearbox khusus untuk mendistribusikan daya dengan lancar dari mesin, motor, dan generator.

Pada sistem ini, mesin bensin salah satunya berfungsi menghasilkan energi kinetik yang digunakan untuk menggerakkan roda dan generator listrik. Power Split Device akan mendistribusikan tenaga dari mesin yang sesuai untuk menggerakkan kendaraan serta generator listrik. Sedangkan generator listrik yang digerakkan oleh mesin, selain menghasilkan listrik bertegangan tinggi untuk mengoperasikan motor listrik dan mengisi baterai hybrid, juga berfungsi sebagai starter untuk menghidupkan mesin.

Motor listrik yang digerakkan oleh tenaga listrik dari generator listrik dan baterai hybrid, menghasilkan tenaga untuk menggerakan roda. Selama pengereman atau ketika pedal gas tidak tertekan, akan menghasilkan listrik bertegangan tinggi untuk mengisi ulang baterai hybrid.

Baterai hybrid juga akan berfungsi memberikan pasokan daya listrik ke generator dan motor listrik sesuai dengan kondisi mengemudi kendaraan. Sebaliknya, baterai hybrid juga akan diisi ulang oleh generator dan motor listrik sesuai dengan State of Charge (SOC) dan kondisi mengemudi kendaraan.

“Sebagai sistem yang lengkap, Hybrid Synergy Drive adalah teknologi pintar yang hemat bahan bakar dan melakukan peralihan daya antara tenaga listrik dan mesin konvensional secara mulus dan otomatis. Selain mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi berkendara, HSD dengan cerdas akan mengontrol tenaga yang berasal dari kedua sumber dan memberi tahu mobil untuk mewujudkan terciptanya efisiensi dan kinerja yang mumpuni secara bersamaan,” kata Anton.

Saat ini, HEV merupakan kendaraan elektrifikasi yang paling pas digunakan di Indonesia. Pemilik hanya tinggal duduk di balik kemudi dan melalui Hybrid Synergy Drive (HSD) sebagai otak pengatur kinerja mesin hybrid akan mengelola kinerja mobil tanpa perlu pusing dengan kapasitas baterai. Sistem ini juga sesuai diterapkan di Indonesia saat ini, karena masih bisa mengandalkan SPBU selayaknya mobil dengan mesin konvensional.

Selain itu, baterai pada kendaraan HEV didesain untuk dapat bertahan seumur pemakaian kendaraan. Meski begitu, semua tergantung pada kondisi setiap negara yang berbeda dan bagaimana kendaraan tersebut dioperasikan. Saat ini, selain Prius Gen-4, HEV Toyota lainnya yang sudah dipasarkan secara resmi di Indonesia adalah Camry Hybrid, Alphard Hybrid, C-HR Hybrid dan Corolla Altis Hybrid.(Savor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here