Festival ‘Mulut Seribu’ Dinilai Belum Berdampak Pada Masyarakat

BERITABUANA.CO, ROTE NDAO — Kegiatan Festival Mulut Seribu di Desa Daima, Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao, belum berdampak aecara lamgsung terhadap ekonomi masyarakat.

“Momentumnya bagus, sehingga Rote Ndao menjadi integrasi, bukan hanya ombaknya di Nemberala tapi juga ada Mulut Seribu di Daima. Karena ini baru pertama, jadi belum ada dampak terhadap masyarakat,” ujar anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Erasmus Frans di Anugerah Surf & Dive Resort Nemberala, Sabtu (26/10/2019).

Mus Frans sapaan akrabnya yang juga Pemerhati Pariwisata mengungkapkan, selain baru pertama kali digelar, lokasinya juga dunilai belum cukup dikenal, dan waktu penyelenggaraan sangat mepet dengan perencanaan yang dibuat.

“Yang tidak kalah penting, harus tahu siapa yang melakukan promosi karena kegiatan tanpa melibatkan pihak ketiga, akan sulit mendapat perhatian dari masyarakat luar,” papar Mus Frans.

Dikatakan Mus Frans, untuk tahun pertama ini harus ada penetapan jadwal berikutnya, sehingga kedepan akan ada dampak positif dan terus di-blow up.

“Rencanakan jadwal dengan waktu yang sama, kalau sekarang diselenggarakan bulan Oktober, maka kali berikutnya juga harus bulan Oktober, tidak cukup hanya satu bulan untuk menyelenggarakan, karena targetnya bukan NTT, tapi dikenal masyarakat luar NTT,” papar Mus Frans.

Disamping itu, kata Mus Frans, harus mengusung tema ldan inovasi lain yang berhubungan dengan Mulut Seribu.

“Seperti lomba selancar di Nemberala, pertama digelar tahun 2000, lalu tahun 2002, tahun 2004 dan seterusnya, terakhir mulai Hit tahun 2008 hingga sekarang,” ujarnya.

Kegiatan selancar tersebut, aku Mus Frans, kegiatan dari tingkat lokal sekarang sudah menjadi even internasional. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here