Siti Zuhro: Jokowi Rangkul Prabowo Bukan Tanpa Konsekuensi

Dialog Empat Pilar MPR.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Peneliti utama LIPI Siti Zuhro menilai jika koalisi yang dibangun Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) 2019 – 2024 dengan merangkul Prabowo Subianto, bukan tanpa konsekuensi, meski agar demokrasi berjalan baik, terjadi harmoni dan tanpa ada konflik.

“Jadi, mesti ada evaluasi. Tidak terus coba-coba atau trial and error. Karena itu, harus dipahami infrastruktur politik seperti civil society dan media sendiri. Apakah masih menyuarakan kebenaran dan hati nurani?” kata Siti Zuhro dalam Diskusi Empat Pilar MPW di Kompleks Senayan Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Siti minta demokrasi Indonesia tidak terus coba-coba sejak orde lama, orde baru hingga orde reformasi sekarang ini.

“Politik kita belum berkemajuan, karena amanah reformasi 1998 untuk memberantas KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme) itu belum berhasil,” ujarnya.

Menurut Siti, keteladanan politik, rule model dalam pemberantasan KKN itu belum terjawab. Padahal, kalau pembukaan UUD NRI 1945 dilaksanakan, seharusnya Indonesia ini sudah maju.

“Karena itu, kalau demokrasi ini stagnan, lama-kelamaan akan terjadi disfungsi demokrasi, negara lemah dan kalau berkepanjangan akan menjadi negara ‘gagal’. Apalagi menuju negara maju atau industri 4.0,” ujarnya.

Bahwa demokrasi partisipatoris itu menurut Siti, harus melibatkan masyarakat. Tapi, yang terjadi tiba-tiba akan membahas GBHN.

“Apakah sudah melibatkan partisipasi masyarakat?” pungkasnya. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here