Dirjen Imigrasi Tertarik Sistem Pendidikan E-Learning di Badiklat Kejaksaan RI

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi pada Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Frangky Sompie mengakui sangat tertarik dengan terobosan yang dilakukan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badan Diklat) Kejaksaan RI yang menerapkan sistem pendidikan yang berbasis teknologi dan informasi.

“Badan Diklat Kejaksaan ini sangat inovatif, dan sukses dalam penyelenggaraan Diklat, bahkan system itu memang sesuai dengan visi bapak Presiden Joko Widodo,” kata Ronny Sompie dalam torehannya di atas layar digital di acara Legal Expo 2019 Kementerian Hukum dan Ham, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Karena itu Ronny sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Badan Diklat Kejaksaan dalam menerapkan sistem pendidikan yang berbasis teknologi dan informasi

“Kami sangat tertarik dengan terobosan E-learning yang sukses dibangun oleh Pak Setia Untung Arimuladi (Kepala Badan Diklat Kejaksaan – red) itu,” kata Ronny menambahkan.

Adapun salah satu yang dipamerkan dalam Legal Expo 2019 tersebut, Kejaksaan menghadirkan stand yang berisi inovasi-inovasi di era industri Revolusi 4.0 saat ini.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr. Mukri menegaskan, Dirjen Imigrasi juga berantusias untuk berkunjung ke kampus Badiklat Kejaksaan RI guna melihat lebih dekat lagi bagaimana mekanisme pengunaan digital tersebut.

“Beliau memang tertarik dengan inovasi Badiklat, bahkan ingin jajarannya studi tiru ke markasnya Badiklat,” kata Mukri saat menerima kehadiran Ronny di stand tersebut.

Dijelaskannya, keikutsertaan Badan Diklat Kejaksaan dalam acara Legal Expo ini menampilkan beberap inovasi, seperti pelayan hukum dalam bentuk digital dan elektronik, yakni aplikasi Pro Adhyaksa yang merupakan layanan digital bagi masyarakat dalam melaporkan adanya pengaduan hukum tanpa harus bersusah payah datang ke kantor Kejaksaan.

Selain itu Badan Diklat juga hadir sebagai Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution yang menampilkan beragam inovasi diantaranya: E-learning, E-Akademi, E-Register, E-Ijin, E-Lapdu, E-Quisionair, E-Office dan Digital Map,nya.

Semua ragam inovasi yang ditampilkan Kejaksaan, lanjut Mukri, membuat terkesima Dirjen Imigrasi ketika melihat materi yang disajikannya.

“Ini akan menjadi contoh dan dalam waktu dekat akan dilakukan studi banding oleh jajaran Kemenkumham kepada Badan Diklat Kejaksaan RI,” katanya.

Lebih jauh Mukri menjelaskan, kegiatan yang berlangsung 2 hari (Kamis – Jumat 25/10/2019), bertujuan untuk memperkenalkan, mengedukasi, dan mensosialisasikan penegakan hukum dan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Acara Legal Expo dalam rangka Hari Dharma Karyadhika 2019, yang mengambil tema “Transformasi Meraih Kinerja Pasti” dibuka oleh Ronny yang diikuti oleh 35 peserta. Diantaranya dari Instansi Penegak Hukum, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Perbankan, yang salah satunya terdapat booth pameran Intansi Kejaksaan RI. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here