IKA GMNI Minta Jokowi Akomodir Barisan Marhaenis-Soekarnois di Kabinetnya

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presidium Nasional Ikatan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau IKA GMNI menghimbau Presiden terpilih Joko Widodo untuk memperhatikan aspirasi serta mempertimbangkan partisipasi politik Barisan Marhaenis – Soekarnois, khususnya alumni GMNi  di dalam komposisi kabinet kerja jilid II yang akan dibentuknya.
Hal ini mengingat tidak ada satupun kader alumni GMNI yang dipanggil Presiden hingga hari ini.
“Pada hal, kader-kader alumni GMNI , baik di partai-partai politik maupun di lingkungan profesional banyak yang potensial dan tidak diragukan lagi integritas dan komitmennya terhadap bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Sekjen IKA GMNI Radjoki FR Sinaga kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/10/2019).
Dia memberi contoh, alumni GMNI di jalur partai, seperti mantan Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo, atau  Wakil Sekjen DPP GMNI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Sedangkan di jalur profesional sebut Radjoki ada Dr Soni Sumarsono, mantan Dirjen Otda Depdagri dan tercatat tiga kali sukses menjabat Plt Gubernur yaitu di  DKI Jakarta, Sulut dan Sulsel.
“Masih ada kader alumni GMNI,  baik yang ada di partai politik maupun yang bergerak sebagai profesional tetapi mumpuni dan layak ditunjuk menjadi menteri,” ujar dia.
Kemudian Radjoki menyebut senior Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) yang telah datang memenuhi undangan Presiden Jokowi ke Istana Merdeka sejak 2 hari ini seperti Bahlil Lahadalia, Zainuddin Amali, Airlangga Hartarto, Sularso Monoarfa, Sofyan Djalil, Syahrul Limpo dan Mahfud MD.
Lalu, senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang juga sudah diundang seperti Ida Fauziah dan Hakim Iskandar. Tak ketinggalan, senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Yasona H Laoly serta  senior Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Johny G Plate juga sudah di undang Presiden Jokowi untuk ditunjuk masing-masing sebagai menteri pada kabinet kerja jilid II ini.
“Mereka sudah dipanggil ke Istana untuk ditunjuk sebagai menteri. Tapi, alumni GMNI,”  kata Radjoki seperti tidak habis mengerti.
Dia pun  mengingatkan,  pemerintahan Jokowi Jilid II ini berpeluang untuk tidak didukung oleh elemen-elemen barisan Nasionalis Marhaenis jika tidak mengakomodir partisipasi politik kader alumni GMNI di jajaran kabinet kerja jilid II ini.
“Perlu diketahui, elemen barisan nasionalis marhaenis jumlahnya tidak sedikit dan ada di mana-mana,” ucap Radjoki. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here