Sultan Najamudin: Partisipasi Daerah Dibutuhkan untuk Realisasikan Lima Prioritas Pekerjaan Pemerintah

Wakil Ketua DPD RI, Sultan Najamudin. (Foto: Humas DPD)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Lima prioritas pekerjaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk lima tahun ke depan, merupakan satu landasan kokoh untuk Indonesia keluar dari jebakan pendapatan ekonomi kelas menengah di tahun 2045 nanti, sekaligus menyiapkan puncak bonus demografi Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najumudin, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (21/10/2019), menyikapi Pidato Joko Widodo, dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masa bakti 2019-2024, Minggu, 20 Oktober 2019 kemarin.

Kelima prioritas kerja tersebut menurut Sultan, pertama pembangunan sumber daya manusia (SDM), kedua pembangunan infrastruktur, ketiga memperbaiki regulasi sektor penciptaan lapangan perkerjaan dan pemberdayaan UMKM, keempat penyederhanaan birokrasi, dan kelima mentransfomasi ketergantungan sumber daya alam kepada daya saing manufaktur dan jasa modern.

“Ada dua kepentingan Bangsa dan Negara yang secara langsung terkait dengan pidato tersebut yaitu landasan untuk Indonesia keluar dari jebakan pendapatan ekonomi kelas menengah dan menyiapkan puncak bonus demografi Indonesia,” tambahnya.

Menurut Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu, keseluruhan prioritas pekerjaan Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu sangat membutuhkan partisipasi daerah-daerah, birokrat, para profesional dan pelaku ekonomi.

“DPD RI tentu dalam posisi siap bersama DPR dan Pemerintah untuk memproses semua regulasi yang terkait secara langsung dengan kepentingan daerah-daerah yang oleh Presiden disebut akan menjadi Omnibus Law atau satu undang-undang yang sekaligus merevisi beberapa undang-undang, bahkan puluhan undang-undang,” ujar Sultan.

Selain itu lanjutnya, semua Anggota DPD RI dia harapkan ikut mengawal dan mensosialisasikan kerja besar Pemerintahan Indonesia ke depan kepada seluruh konstituennya karena Presiden Jokowi ingin Indonesia pada 2045 menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan, yang oleh Jokowi ujarnya, disebut sebagai target bersama semua anak bangsa.

Mantan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu itu juga merespon positif pernyataan Presiden yang dalam pidatonya me-wanti-wanti siapa pun nantinya yang akan duduk dalam anggota kabinet agar menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

“Secara mudah dipahami Pak Jokowi menegaskan bahwa para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” ujar Sultan, mengutip Pidato Presiden.

Pernyataan tersebut menurut Sultan, adalah satu peringatan bagi siapa pun yang akan masuk dalam kabinet yang diumumkan hari ini harus bekerja keras dan cerdas karena beban pekerjaan kabinet lima tahun ke depan sangat besar dan terukur.

Terakhir, alumni Fisip UI Depok itu juga menyatakan terima kasih kepada Wakil Presiden masa bakti 2014-2019 Muhammad Jusuf Kalla atas semua pengabdiannya mendampingi Presiden Joko Widodo pada masa bakti 2014-2019.

“Kami berpandangan pengabdian Pak JK sudah mewarnai jalannya pemerintahan selama lima tahun belakangan ini dan itu telah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh daerah di Indonesia. Terima kasih Pak JK,” imbuh Sultan. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here