Smart Road Safety Dalam Pengamanan Kota

KOTA merupakan suatu wilayah yang menjadi ikon pusat dari berbagai kehidupan sosial kemasyarakatan. Pengembangan kehidupan sosial dilakukan di kota seperti politik ekonomi sosial, budaya, hukum, teknologi, pendidikan, industri bahkan keamanan dan pertahanan ada di kota.

Konflik pun yang berdampak luas ada di kota. Gesekan-gesekan sosial dan perebutan pendominasian dan pemberdayaan berbagai sumber daya pun ada di kota. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kota menjadi inti dari berbagai kehidupan sosial kemasyarakatan.

Di era digital ini kota menjadi kota yang cerdas atau populer dengan kata smart city. Kota yang cerdas adalah kota yang dapat fungsional dan terjaminnya keamanan dan rasa aman bagi warganya untuk beraktifitas dan menghasilkan produk-produk yang dapat digunakan untuk bertahap hidup tumbuh dan berkembang. Smart city ditunjukkan dalam berbagai gatra kehidupan yang smart juga termasuk smart keamanan dan rasa aman.

Dalam smart city ditunjukkan adanya smart mobility dan smart activiti yang semuanya menumbuhkembangkan produktifitas dan menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Teknologi bukan tujuan melainkan alat atau sarana pendukung mencapai tujuan untuk meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan semakin manusiawinya manusia. Smart city lalu lintasnya juga ditunjukkan dalam penanganan road safety yang smart juga yang mampu menunjukkan sebagai urat nadi kehidupan yang aman, selamat, tertib dan lancar. Konteks seperti inilah yang menjadi bagian penting bagaimana smart road safety mid pemikiran bersama para pemangku kepentingan membangun sistem yang terintegrasi untuk memberikan pelayanan prima di bidang road safety. Pola implementasi smart road safety merupakan model untuk mewujudkan sistem lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar sebagai berikut:

1. Peta dan pemetaan wilayah dengan berbagai potensi dan permasalahannya yang dapat ditunjukkan dalam sistem back office yang didukung dengan berbagai aplikasi berbasis artificial intelligence maupun internet of things untuk recognition maupun inputing data wilayah manusia dan kendaraan yang mampu menunjukkan sistem-sistem data untuk menjawab: kebutuhan, kapasitas,prioritas, kecepatan hingga emergensi. Peta dalam back office sebagai pusat k3ik, komando pengendalian koordinasi komunikasi dan informasi, saling terhubung dan saling mengisi untuk untuk mampu menunjukkan kualitas road safety secara real time bahkan dengan cepat menjawab secara on time dalam bentuk info grafis, info statistik maupun info virtual lainnya.

2. Sistem pengorganisasian merupakan sistem pengkategorian dari sistem pemetaan yang mampu mengoperasionalkan sistem-sistem yang menunjukkan tingkat keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran. Sistem ini dapat dibangun sistem coding atau penandaan dengan warna atau signal-signal tertentu yang memberi peringatan bagi petugas back office untuk melakukan tindakan sebagai solusinya.

3. Sistem k3i yang digerakkan dengan cepat tepat akurat transparan akuntabel dan informatif. Dalam sistem k3i ini membangun sistem meminimalisir sekecil mungkin terjadinya pelanggaran atau penyimpangan yang berdampak pada masalah road safety yang berupa lT for road safety untuk menangani: pelanggaran, kemacetan,kecelakaan atau masalah-masalah lainnya yang berdampak pada terganggunya atau rusaknya produktifitas.

Pada sistem k3i ini merupakan sistem untuk membangun memelihara road safety agar berfungsi sebagaimana mestinya yang bersifat rutin atau ada hal-hal khusus yang menjadi prioritas maupun pada kondisi emergensi.

4. Call centre merupakan sistem pendukung k3i untuk komunikasi dan informasi secara mudah dan cepat untuk membangun sistem big data. Misalnya kode panggilan bagi pilar pilar road safety 110,119,108 dan sebagainya. Call cantre ini dikoneksikan satu dengan lainnya sehingga saling terhubung dan saling mengisi satu sama lainnya dalam sistem yang terintegrasi.

5. Big data ini bukan semata-mata data yang terkumpul melainkan data yang dianalisa sehingga dapat dijadikan landasan untuk menjawab berbagai kebutuhan road safety secara real time dan on time melalui sistem Al maupun loT untuk menunjukkan situasi dan kondisi jalan pengguna kendaraan bermotor pada sistem-sistem info grafis, info statistik maupun info virtual lainnya. Keunggulan big data ini ada pada analisa yang mampu memprediksi, mengantisipasi dan memberi solusi.

6. One gate service system atau sistem pelayanan kepada publik dalam satu pintu. Sistem ini akan menjembatani memudahkan mempercepat bahkan mereformasi birokrasi yang parsial konvensional dan manual. Sistem ini merupakan inisiatif anti korupsi dalam pelayanan kepada publik yang berupa pelayanan di bidang: keamanan, keselamatan, hukum,administrasi, informasi hingga kemanusiaan.

7. Cyber security sebagai sistem pengamanan data atau sistem penjaminan atas data agar validitas dan keakurasiannya terjaga maupun sistem-sistem pelayanannya mampu mengatasi serangan-serangan dari hacker. Sistem ini juga bagian dari akuntabilitas kepada publik atas kepercayaan kepada aparatur pemerintah untuk memberikan jaminan dan perlindungan HAM walaupun tetap transparan dan akuntabel.

Dari point point di atas beberapa pola penanganan smart road safety dapat menggunakan pola asta siap:

1. Siap piranti lunak sebagai pendukung dari payung hukum, pedoman-pedoman SOP dan sistem-sistem lainnya.

2. Siap posko sebagai back office yang berbasis AI dan loT untuk menggerakkan berbagai aplikasi sehingga mampu menjadi pusat k3i.

3. Siap menganalisa berbagai situasi dan kondisi road safety untuk prediksi antisipasi dan solusinya.

4. Siap SDM yang mengawaki sebagai cyber cops yang mampu inputing data, analisa data menghasilkan produk dan networking.

5. Siap jaringan sampai dengan ke bagian-bagian terkecil yang berbasis wilayah, berbasis kepentingan hingga yang berbasis dampak masalah.

6. Siap mitra sebagai soft power untuk menggerakkan berbagai tindakan preemtif, preventif, represif hingga rehabilitasi.

7. Siap logistik sebagai sarana prasarana yang berbasis lT untuk perorangan, kelompok maupun kesatuan.

8. Siap anggaran secara budgeter maupun non budgeter.

Secara singkat pola-pola ini dapat dijadikan model yang dapat dikembangkan sesuai dengan corak masyarakat dan kebudayaannya sesuai dengan situasi dan kondisi wilayahnya. Dan ini juga bisa digunakan sebagai landasan pengembangan atas penanganan masalah bencana, konflik maupun kerusakan infrastruktur yang berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan secara prima (cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan muda diakses)

*Brigjen Pol Chrysnanda Dwi Laksana* – (Dirkamsel Koroantas Polri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here