JAKARTA, BERITABUANA.CO– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta kembali menggelar  Apresiasi Seni Nuansa Religi 2019. Kegiatan ini merupakan lomba seni religi tahunan yang diikuti oleh peserta dari semua wilayah kota (Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur) dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Lomba ini berlangsung selama 5 hari, Senin-Jum’at (21-25 Oktober).

Kegiatan berlangsung di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat,  dengan menggelar 5 kategori penampilan yakni seni  hadroh, pop akustik religi, marawis, nasyid dan qasidah. Para peserta perlombaan adalah  para pemenang di tingkat wilayah masing-masing. Sistem perlombaan dilakukan dengan sistem gugur dimana peserta yang tiga kali dipanggil namun tidak juga hadir di atas panggung, langsung dinyatakan gugur.

Kegiatan apresiasi seni religi ini dipandang penting dilakukan karena masyarakat Indonesia yang relijius. “Saya berharap dari kegiatan ini akan lahir karya-karya yang lebih baik lagi,” ujar Gumilar Ekalaya, Kepala Bidang Seni dan Budaya, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Prov. DKI Jakarta, saat membuka acara. Pada hari pertama, peserta yang tampil sebanyak 17 kelompok hadroh, namun satu kelompok dinyatakan gugur karena tidak hadir di arena lomba.

Salah seorang juri H Ahmad Supandi mengungkapkan kegiatan yang sifatnya kompetisi ini akan memacu anak-anak muda untuk melahirkan karya. “Kegiatan seni religi ini merangsang anak muda untuk melahirkan aransemen musik dan memacu mereka menciptakan karya musik yang lebih berkualitas,” ujar H. Ahmad Supandi.

Untuk memacu semangat para peserta, para pemenang lomba pada setiap kategori, mulai juara harapan II hingga Juara Pertama,  mendapat hadiah antara Rp5 juta hingga Rp10 juta. (syd/ayd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here