Kunjungi Amerika Serikat, Gus Hayid Didaulat Isi Pengajian di Masjid At-Thohir Los Angeles

Gus Hayid saat berada di depan Masjid At-Thohir, Los Angeles, AS. Masjid bekas gereja yang dibeli Komunitas Muslim AS.

BERITABUANA.CO, LOS ANGELES- Dalam rangka kunjungannya untuk menghadiri National Achiever Congress di Los Angeles, Amerika Serikat, KH. Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) diminta kaum muslimin warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Los Angeles untuk mengisi acara pengajian di Masjid At-Thohir.

Masjid At-Thohir ini awalnya adalah gereja tua yang sudah tidak dipakai lagi karena tidak ada jamaahnya lagi. Lalu Gereja tua ini dijual dan dibeli oleh komunitas muslim di Los Angeles Amerika Serikat.

Acara pengajian tersebut dihadiri oleh kaum muslimin warga Indonesia yang ada di wilayah Los Angeles dan sekitarnya. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja, maupun pengusaha serta warga Indonesia yang sudah menetap di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Kami menginginkan setiap ada ustadz atau kiai yang berkunjung ke Amerika untuk bisa bersilaturahim dengan warga kaum muslim di Los Angeles dan mengunjungi masjid yang baru kami beli yang awalnya gereja ini. Ini penting agar syiar Islam di sini semakin marak, dan silaturahim antar ulama dan umatnya bisa terus terjalin,” Tegas Pengurus Takmir Masjid At-Thohir, Bapak Dono Winaryo.

Hal yang sama juga diungkapkan jamaah yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Los Angeles, UCLA. Menurutnya, acara semacam ini penting terus dijaga guna memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyyah atau memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa yang merantau di luar negeri.

“Kami sangat senang dengan acara ini, karena bisa memperkuat silaturahmi diantara kita,” Demikian kata Zezen Zainul Muttaqin salah seorang kandidat doktor bidang hukum di UCLA yang mengantar Gus Hayid ke acara pengajian di masjid At-Thohir, Los Angeles, Amerika Serikat.

Sementara itu, takmir masjid At-Thohir yang membidangi tugas peribadatan dan acara keagamaan, Ustad Farhat, mengaku senang dan bahagia atas kerelaan hati Kiai Muhammad Nur Hayid atau dikenal dengan Gus Hayid bersedia mengisi acara pengajian di masjid yang baru dimiliki dan yang baru dibeli komunitas muslim di Amerika Serikat.

Dia berharap, acara semacam ini terus berlanjut tidak hanya pada pengajian perdana tetapi selalu berlanjut di masa yang akan datang termasuk di bulan suci Ramadhan.

“Alhamdulillah, kami di kunjungi, kami disapa, semoga acara semacam ini enggak hanya yang terakhir. Kami tunggu kehadiran Gus Hayid di event-event penting dan hari-hari besar lainnya seperti bulan suci ramadhan dan di bulan-bulan yang lain. Insyallah, kami siap untuk memfasilitasi dan membangun komunikasi dengan intens dengan seluruh masyarakat muslim di wilayah Los Angeles dan wilayah Amerika pada umumnya,” Kata Farhat menjelaskan.

Jaga Persaudaraan

Sementara itu, Gus Hayid yang didapuk menjadi pembicara dalam acara pengajian tersebut mengaku bersyukur atas sambutan hangat dan kepercayaan masyarakat muslim Los Angeles yang mengundang dirinya untuk bersilaturahmi dan mengisi pengajian.

Dalam acara tersebut, Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan antar sesama kaum muslimin di wilayah perantauan.

“Sebab hanya dengan persatuan dan ukhwah yang kuat. Insyaallah, keberhasilan akan mudah diraih dan kesulitan akan mudah dipecahkan. Jaga terus persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negara republik Indonesia yang ada di perantauan,” ujar Gus Hayid.

Gus Hayid juga meminta para jamaah untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah dan menjauhkan diri dari perbedaan apalagi permusuhan sesama umat islam hanya gara-gara perbedaan madzhab dan aliran.

“Jaga juga ukhwah islamiyah kita, apapun latar belakang organisasi dan pemahaman keagamaan kita, selama kita masih bersyahadat yang sama, cara ibadah kita masih sama, maka semua kita adalah saudara sesama iman yang harus menguatkan, dan saling membantu serta saling memotivasi untuk menjadi lebih baik,” Demikian tegas Gus Hayid dalam ceramahnya.

Selain soal persatuan dan ukhuwah islamiyyah, Gus Hayid juga menyinggung soal pentingnya berdakwah dengan cara santun dan dengan cara yang menyejukkan sebagaimana yang diajarkan Rasulullah. Hal ini penting ditegaskan, karena tantangan dakwah di Amerika berbeda dengan dakwah di Indonesia.

“Dakwah di Amerika ini harus betul-betul mengedepankan aspek keteladanan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, yaitu keteladanan dari aspek kesabaran, kesantunan dan keramahan. Berbeda dengan dakwah di Indonesia yang mayoritas penduduknya sudah beragama Islam, jadi titik dan fokus dakwahnya adalah menjadikan muslim yang sudah ada menjadi muslim yang kuat, lebih baik serta lebih meresapi nilai-nilai kehidupan sehari-hari,” tegas Gus Hayid.

Da’i yang sudah berdakwah berkeliling dunia ini menambahkan, “Kalau dakwah di Amerika jangan disamakan dengan dakwah di Indonesia. Dakwah di Amerika ini mengajari orang-orang yang sama sekali belum mengenal Islam atau bahkan phobia dengan Islam atau Islamophobia. Maka, caranya adalah dengan keteladanan seperti yang dicontohkan Rasulullah dengan kesabaran, kejujuran, dengan toleransi dan dengan berbagai macam metode dakwah yang lebih praktis. Tidak mengedepankan perbedaan, apalagi dakwah yang mencaci maki dan saling menghinakan dan mengkafirkan, tentu cara semacam ini harus dihindari di kalau kita dakwah Amerika ini,” urainya yang disambut antusias jamaah.

Sementara itu, lanjut Gus Hayid, “Kalau di negeri kita kan banyak orang sudah muslim dari sejak lahir, hanya pemahaman keagamaannya yang perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, tentunya cara berdakwahnya harus berbeda dalam menghadapi orang yang sudah muslim dengan orang yang sama sekali belum mengenal Islam, lebih-lebih yang sudah terkena Islamophobia,” jelas Gus Hayid.

“Jadi, nasehat saya, pastikan dakwah yang kita lakukan di Amerika sini adalah dakwah yang santun, toleran dan dakwah yang mendamaikan, sehingga dengan dakwah yang santun dan mendamaikan ini, kita berharap dan berdoa kepada Allah, orang-orang Amerika akan tertarik dan bersama-sama untuk berbondong-bondong mengikuti agama Islam yang diridhoi Allah SWT ini,” sambung Pengasuh Ponpes Skill Jakarta ini.

Gus Hayid pun berharap acara semacam ini terus dilestarikan dan dijaga dengan niat yang tulus untuk menjaga dan menyebarkan agama Allah yang Rahmatan Lil alamin. Dengan ketulusan dan keikhlasan yang terus dijaga ini, dakwah dan syiar Islam di Amerika akan semakin besar mendapatkan atensi dan perhatian serta penerimaan yang baik dari warga Amerika Serikat umumnya.

“Saya cukup mendoakan dan mendukung dari dekat maupun dari jauh atas usaha dan kerja keras saudara-saudara yang membeli gereja sampai memakmurkan masjid yang awalnya gereja ini. Saya juga siap untuk membimbing secara langsung atau jarak jauh problem-problem apa yang misalnya dihadapi terkait keberagamaan kita, tentang hukum, dan lain sebagainya, 24 jam kalau ada masalah silahkan kontak baik melalui telepon melalui WA atau saluran komunikasi lain, Insyaallah saya akan ikut memikirkan perjuangan Islam dan dakwah di Amerika Serikat ini khususnya Los Angeles,” jelasnya.

“Jangan sungkan-sungkan. Insyaallah, selama niat kita sama untuk menambah amal sholeh bekal kita di akhirat kelak dan untuk membantu menyebarkan agama Allah yang Rahmatan Lil Alamin saya siap bersama-sama bapak ibu sekalian,” Demikian pungkas Gus Hayid yang juga wakil ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

Foto Bersama

Selanjutnya, acara ini diakhiri dengan makan malam bersama seluruh keluarga besar kaum muslimin di Los Angeles dan Amerika Serikat pada umumnya, dan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.

Untuk diketahui masjid At-Thohir ini sampai sekarang bentuknya masih sama seperti bangunan lama, yaitu gereja tua. Simbol palangnya masih nampak asli dan belum dicopot karena untuk merenovasi gedung apalagi bangunan tua, di Amerika Serikat ini membutuhkan izin dari pemerintah setempat.

“Insyaallah kabarnya sudah bisa dimulai renovasi untuk masjid ini di tahun 2020 mendatang. Mohon doa dari kaum muslimin di seluruh tanah air semoga ikhtiar kaum muslimin di Los Angeles ini mendapat ridho serta dimudahkan Allah dalam urusan-urusan pembangunan, perizinan dan dakwah islamiyahnya,” pungkas Gus Hayid yang juga mantan Sekretaris Dubes RI di Aljazair ini. (Def)

Gus Hayid pakai jas cokelat dan berpeci (tengah) saat berfoto bersama Komunitas Muslim AS di Masjid At-Thohir, Los Angeles.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here