Desa Cibodas Wisata Ziarah yang Beraroma Mistis

WILAYAH Desa Cibodas relatif dikelilingi perbukitan. Beberapa bukit (gugusan gunung kasur), yang menjulang terlihat sekali bisa dijadikan daya tarik untuk wisatawan yang sangat mencintai alam. Bukan itu saja, terdapat juga makam yang dapat dijadikan wisata ziarah.

Pantauan www.beritabuana itu, sangat dibenarkan Sekretaris desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Mohammad Syamsun.

Menurut dia, yang juga sebagai sekretaris Yayasan Maqom Keramat Gunung Geulis (YMKGG), yang menjadi daya tarik wisatawan tak lain pemandanganya yang indah dilihat di atas bukit.  Apalagi di sekitar gunung Genteng tiupan anginnya mengundang pecinta paralayang hadir. Tak jauh  dari situ terdapatnya situs Batu kasur.

“Keberadaan itulah yang menjadi magnit wisatawan lokal, luar kota bahkan turis dari Timur Tengah. Meski  obyek GGK belum tertata dengan baik, “ujar Syamsun yang juga akrab dipanggil Sunsun

Sunsun, sapaan akrab Syamaun, menambahkan, ada pun obyek wisata yang kerap dikunjungi. Tempat yang dikeramat, yakni ziarah ke Gunung Geulis, Situs Gunung Kasur, Cadasgantung, situ Batuwangi, dan makam  keramat Cibantala.

Akan tetapi, diantara obyek wisata ziarah yang telah dikelola dan sering dikunjungi peziarah baik lokal maupun luarkota termasuk  asal dari luar pulau, adalah, Makam Keramat Gunung Geulis yang beralamat di Jalan Marwati Kp Jeprah-Sengked Desa Cibodas, Kec. Pacet-Cianjur. obyek ini dibuka untuk ziarah pada tahun 1978 oleh KH.R, Sulton Ali Abdurrahman.

“Mereka berkunjung ke tempat keramat baik malam maupun siang terlebih di bulan maulid atau rajab. Kadang kala ada yang menginap beberapa malam” ujar Sunsun

Situs sepasang telapak kaki dan lubang yang konon di sebut bekas tongkat Kiansantang

Kata dia, di komplek keramat Gunung Geulis terdapat situs Batu Tapak, makam dan maqom (patilasan)  Mbah Jepra ( mbah Geulung alias mbah Saerah), mbah Gajah Panamur, Imam Maghribi dan banyak lagi.

Saat disinggung soal kejadian aneh, Sunsun mengisahkan pengakuan dan pengalaman sejumlah peziarah, yang katanya, anak tangga menuju komplek makam hitungannya selalu berbeda. Padahal ada 313 anak tangga.

Ada lagi yang tidak masuk akal manusia, tambah dia, bahwa belum lama ini, ada keluarga membawa anaknya sakit dan tidak bisa jalan (lumpuh), sesampainya ke gerbang anak tangga pertama, anak itu tanpa di duga langsung sembuh.

“Saat di gerbang tangga, anak itu bangkit dari kursi rodanya dan langsung jalan menaiki tangga tanpa dipapah. Kejadian itu menjadi orangtuanya tercengang dan teharu. Saking kegirangan bapanya menitipkan kursi roda kepada saya, terus menyusul anak yang dibuntuti ibunya menaiki tangga.

“Sepulang ziarah anak itu sembuh dari kelumpuhan bahkan bisa sekolah lagi,”    katanya.

“Tapi ingat, itu berkah Allah SWT yang menyembuhkannya, bukan maqom atau makam keramat Gunung Geulis,” tandas dia menambahkan

Sunsun melanjutkan ceritanya, menurut pengakuan peziarah tadi, yang menyempatkan datang lagi. Dia berobat ke medis juga dilakukan.  Sedangkan ziarah ke Gunung Geulis  petunjuk dari mimpi, yang mana anaknya membawa Al Quran dan mengajak ngaji di Gunung Geulis maka mimpi itu ditafsirkan anjuran berziarah sekaligus berdoa.

Disinggung tentang kisah Batu Tapak. Sunsun  mengatakan menurut orangtuanya bahwa kedua tapak kaki dan lobang yang diduga bekas tongkat yang ada di batu itu adalah  bekas telapak Sayidina Ali.

Versi lain menyebutkan bekas telapak Kiansantang, ada juga yang bilang bekas telapak kaki Gagaklumayung alias Prabu Siliwangi.

“Mana yang betul atau tidaknya, kedua telapak kaki itu bekas kaki siapa, hanya Tuhan lah yang tau,”pungkasnya. (YS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here