Amfoang Jadi Kabupaten Masih Dalam Mimpi

BERITABUANA.CO, KUPANG – Untuk Amfoang menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) sebagai kabupaten, itu masih dalam mimpi, walaupun usulannya sudah sampai di Pusat untuk dibahas di Komisi II DPR RI.

“Pada prinsipnya saya setuju, tapi apakah masyarakat Amfoang bisa menerima perubahan,” papar anggota DPRD Kabupaten Kupang Dapil Amfoang, Octo La’a saat ditemui usai kegiatan Bimtek di Neo Hotel Kupang, Sabtu (19/10/2019).

Dikatakan mantan Komisioner KPU Kabupaten Kupang periode 2008 – 2013 dan 2014 – 2019 yang mundur saat pencalegan 2018 ini bahwa, untuk menjadikan Amfoang sebagai kabupaten, harus berfikir secara logis dan rasional, karena banyak faktor yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Misalnya, ujar Octo La’a, Jokowi lebih fokus pada pemindahan ibukota negara, secara otomatis moratorium DOB belum bisa dicabut.

“Kalau moratorium belum juga dicabut, kita sebagai orang Amfoang hanya bisa bermimpi dulu, bisa saja moratorium baru dicabut tahun 2023 atau 2024,” tegas Octo La’a.

Disamping itu, tambah Okto La’a, dari sisi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur pendukung masih banyak yang perlu dibenahi Pemkab Kupang sebagai kabupaten induk.

“Fasilitas perkantoran belum ada, kita mau manfaatkan kantor kecamatan tidak mungkin, karena hanya tersedia beberapa unit saja, sedangkan jumlah SKPD cukup banyak,” kata Octo La’a dari Fraksi Golkar.

Dikatakan Octo La’a, Amfoang juga merupakan daerah transit untuk wilayah Timur Bagian Utara, yakni Distrik Oekusi Timor Leste dan Oepoli NTT yang sudah disepakati akan dibangun Pos Jaga Lintas Batas.

“Dengan dibangunnya pos tersebut, akan diikuti juga dengan pembangunan fasilitas-fasilittas pendukung lain yang dibutuhkan,” paparnya.

Sehingga kalau pada saatnya ada pencabutan moratorium pembentukan DOB, lanjut Octo La’a, maka dari sisi infrastruktur Amfoang sudah siap, agar SKPD-SKPD yang dipindahkan ke Amfoang tidak menyewa rumah penduduk untuk dijadikan sarana perkantoran untuk melayani masyarakat. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here