Presiden Jokowi Diyakini Kesulitan Mencari Figur Menteri Profesional

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal kesulitan mencari sosok profesional untuk mengisi jabatan menteri yang memenuhi syarat dan kualifikasi. Kesulitannya bukan karena kekurangan stok sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi, tetapi lebih karena situasi dan kondisi politik.

“Karena, selama ini jabatan menteri dipandang sebagai jabatan politis,” sebut Karyono dihubungi wartawan, Jumat (18/10/2019).

Pandangan tersebut, menurut Karyono, terlegitimasi oleh sistem politik saat ini yang mendorong terjadinya proses koalisi dalam mengusung pasangan calon presiden.

“Sistem politik demikian, tentu memengaruhi proses penyusunan kabinet pemerintahan sulit dimonopoli oleh satu kekuatan politik tunggal yang ada dalam koalisi, bahkan oleh presiden sekalipun,” katanya lagi.

Dimana hal itu sejatinya diberi kewenangan oleh konstitusi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 4 ayat 1 bahwa presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan Pasal 17 ayat 2, presiden memiliki kewenangan mengangkat dan memberhentikan menteri-menterinya.

“Atas dasar itu, maka paradigma berfikir tentang jabatan menteri profesional tidak lagi kaku. Kita bisa menarik konklusi yang lebih substansial sebagai jalan tengah bahwa diksi menteri profesional lebih ditekankan pada kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan, bukan lagi dimaknai secara dikotomi kategori menteri parpol versus menteri profesional,” pungkas Karyono Wibowo. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here