Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB Lagi, JK Bilang Jangan Berpuas Diri

Wapres JK bersama Menlu RI, Retno

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah jangan dulu berpuas diri dengan terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2020-2022. Pasalnya, masih ada sejumlah risiko di balik terpilihnya Indonesia tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui awak media di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/15/2019).

Meski menyambut baik atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022, namun Wapres JK sapaan Jusuf Kalla itu, tetap meminta agar pemerintah tidak berpuas diri lantaran ada sejumlah risiko di balik terpilihnya Indonesia.

“Harapannya tentu kita akan berfungsi. Tetapi jangan lupa ada juga risikonya,” katanya seraya menekankan dengan terpilihnya Indonesia, maka pemerintah harus menjaga HAM dalam negeri supaya lebih baik lagi.

“Jangan-jangan kita menjadi anggota HAM kemudian ada HAM di dalam negeri. Nah itu sulit itu. Jadi risikonya di situ Ibu Menlu,” ujarnya.

Seperti diketahui, Indonesia terpilih dengan suara tertinggi yakni 174 suara, bersama dengan Jepang, Korea Selatan dan Kepulauan Marshall. Keempat negara ini akan mewakili kawasan Asia Pasifik untuk duduk di kursi Dewan HAM PBB.

Indonesia akan memulai masa tugasnya di Dewan HAM mulai 1 Januari 2020, bersama negara-negara Asia Pasifik lainnya yakni Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Fiji, India, Nepal, Pakistan, Filipina, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Marshall Islands. (Donna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here