21 Pelaku Bom Rakitan dan Molotov Ditangkap, 1 di Antara Orang Top, 2 Orang Top Lainnya Belum

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Subdit 2 Kamneg dan Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap 21 pelaku kasus bom rakitan dan molotov. Mereka ditangkap  di Ciputat dan Bogor, saat melakukan unjuk rasa gabungan atau menyusup ke barisan para mahasiswa, dan menjadi provokator untuk mematik terjadinya kerusuhan. Di antara mereka satu nama top ditangkap, dua orang lagi belum ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam  keterangan persnya menjelaskan kronologisnya, sebagai berikut; bahwa  penyusup kerusuhan saat demo mahasiswa 24 September 2019 di depan Gedung DPR – Awalnya, diadakan pertemuan pada 20 September 2019 pukul 23.00 WIB, di rumah S di Ciputat yang dihadiri SS, SN, AB, O, YDF, S alias Laode, M dan R.

“Dalam pertemuan itu membahas menduduki MPR untuk mengganti sistem Pemerintahan dan Presiden. Dengan kesimpulan menunggangi demo damai, agar menjadi chaos dengan menggunakan sarana bom rakitan dan molotov,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Selanjutnya pada pertemuan 24 September 2019 Pukul 23.00 WIB, kembali pertemuan dilakukan S di Taman Royal Tangerang. Memutuskan untuk memanggil orang yang akan membuat bom rakitan.

Pada 25 September 2019 Pukul 10.00 WIB, S menelpon Laode S dan Laode N yang berada di Papua serta Laode A yang berada di Ambon untuk datang ke Jakarta. Dan AB memberikan uang Rp 8 juta kepada Laode untuk biaya pesawat.

“Laode S, Laode N dan Laode A sampai di Jakarta. Langsung ke rumah AB di Bogor,” kata Argo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono

Pada 26 September, AB menyerahkan uang Rp 1 juta kepada Laode untuk membeli bahan-bahan pembuatan bom.  Laode bersama 4 orang lainnya (orang suruhan), merakit bom ikan di rumah AB.

Kemudian 27 September 2019, kembali mengadakan pertemuan S, AB, SGN, O alias Toto, SS di daerah Perumahan Taman Royal Tangerang.

“Pada 28 September 2019, pertemuan mematangkan titik peledakan dan membahas pendistribusian,” kata Argo.

Dalam pertemuan tersebut saudara S memerintahkan kepada seluruh anggota yang hadir, agar membuat kerusuhan pada aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar dengan membuat bom serta membakar mobil dan menjarah toko-toko. Namun semua rencana tersebut gagal karena situasi.

Maka, pada tanggal 27-28 September 2019 telah diamankan 11 orang terkait dengan pembuatan bom ikan yang akan digunakan pada demonstrasi tanggal 28 September 2019.

Selanjutnya pada tanggal 1-2 Oktober 2019 telah diamankan 7 orang (5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan).

Para tersangka dikenakan Pasal 178 bis KUHP dan / atau 212 KUHP dan/ atau 214 KUHP dan/ atau Pasal 218 KUHP. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here