Kejati Jawa Tengah Sidik Kasus Pembobolan Kredit Fiktif Bank BRI Rp39 Miliar

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah saat ini masih mengembangkan penyidikan kasus dugaan kredit fiktif  di Bank BRI Cabang Kendal dan Purbalingga yang diduga merugikan negara mencapai Rp39 miliar.

“Kita masih terus kembangkan, tunggu saja hasilnya,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Yunan Harjaka yang dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Dalam penyidikan kasus kredit fiktif yang terjadi pada Bank BRI Cabang Purbalingga, tim telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Cabang BRI Purbalingga yang berinisial ZN dan Asisten Mananger Kreditnya, EH.

“Jumlah kerugian negara dalam kasus BRI Cabang Purbalingga itu mencapai Rp28 miliar,” kata Yunan.

Sedangkan penyidikan kasus kredit fiktif pada BRI Cabang Kendal yang diduga merugikan negara Rp1,9 miliar, hingga saat ini penyidik belum menetapkan para tersangkanya.

“Sejumlah saksi masih dimintai keterangan,” kata Yunan yang juga mantan Direktur E pada Jaksa Agung Muda bidang Intelijen ini.

Menurutnya, modus kasus pembobolan kredit BRI Cabang Purbalingga ini adalah dengan memalsukan daftar pegawai dan gaji karyawan CV Cahaya Grup yang dicairkan dalam kurun waktu 11 Mei 2015 – 30 Mei 2017 secara bertahap. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here