Pembangkit Listrik Piko Hidro, Siap Terangi Papua

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana mengakhiri kegelapan malam di Papua dengan melistriki 1.724 desa, dengan target besarnya akhir 2020 rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,9% dan untuk mewujudkan rencana itu, langkah awal yang diperlukan adalah merancang survei untuk memetakan sistem kelistrikan yang tepat.

Sebagai upaya untuk itu, PLN menggandeng kelompok mahasiswa pencinta alam (Mapala) dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Cendrawasih, LAPAN dan TNI AD.

“Berbagai institusi tersebut dipersatukan ke dalam tim Ekspedisi Papua Terang (EPT),” kata Kepala Divisi Konstruksi Regional Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Robert Aprianto Purba, Selasa (15/10/2019).

Pada kesempatan ini ia menjelaskan, keunggulan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Piko Hidro (PLTPH) yang cocok digunakan di daerah terpencil. Menurut Robert, Piko Hidro hanya butuh ketinggian air 1-3 meter dan debit 30 liter per detik.

“Jadi cocok digunakan di daerah terpencil,” kata Robert. Selain itu biaya investasinya pun tergolong murah sekitar Rp 30 juta per unit dengan biaya pemeliharaan yang minimum dan tidak memerlukan biaya bahan bakar.

“Piko Hidro ini pun mudah dirakit dan dioperasikan serta bisa beroperasi selama 24 jam sesuai dengan debit air. Teknologi ini membuatnya cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang memiliki debit air yang sesuai,” urai Robert.

Berkat PLTPH berdaya 1 KWH yang memanfaatkan aliran air sungai Wapra itu, maka 37 rumah di Kwaedamban kini bisa menikmati terang di waktu malam. Itulah manfaat dari survei Ekspedisi Papua Terang, memetakan sumber pembangkit yang cocok untuk setiap desa di Papua.

“Dengan demikian pembangkit yang kami bangun bisa sesuai dengan karakteristik alam setempat sehingga diharapkan dapat bertahan dalam jangka panjang,” pungkas Robert. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *