Catat, Amandemen UUD Tidak Akan Jadi Bola Liar

Mantan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menjamin, amandamen UUD Negara 1945 tidak akan menjadi “bola liar”. Terlebih, pimpinan MPR yang merupakan perwakilan 10 partai politik sudah sepakat untuk berhati-hati dan cermat dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat atas amandemen.

“Intinya, kami akan mendengar dan menampung berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait konstitusi kita,” tegas Bambang kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Tapi, Bamsoet sapaan akrab politisi Golkar itu, bisa pastikan joka amandemen tidak akan menjadi bola liar, karena pihaknya akan menggiring sesuai kehendak rakyat.

Seperti diketahui, amandemen UUD Negara 1945 merupakan rekomendasi dari MPR periode 2014-2019. Amandemen UUD Negara 1945 menjadi polemik dan menjadi wacana di masyarakat termasuk di kalangan pengamat, akademisi dan partai politik. Diantara wacana tersebut, muncul gagasan dan usulan amandemen terbatas dan amandemen keseluruhan atau menyeluruh.

Bamsoet mengakui, semua fraksi di MPR punya pendapat yang berbeda, yakni yang diusulkan berbeda. Dalam kaitan ini lah kata dia, tugas pimpinan MPR merangkum dan mengharmonisasikan aspirasi fraksi-fraksi itu supaya sesuai kehendak mayoritas masyarakat Indonesia.

Soal perbedaan pandangan ini, mantan Ketua DPR RI itu mengibaratkan, pasangan suami istri  sekali pun ada perbedaan, apalagi fraksi-fraksi atau parpol.

“Maka  tugas kami adalah merangkum semua itu . Disini  sangat butuh kepiawaian pimpinan MPR  untuk mengharmonisasikan semua keinginan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Terkait soal target pembahasan amandemen ini, Bambang pun menegaskan,  tidak ada kejar setoran atau kejar target dalam kerja politik di MPR. Tetapi, bagaimana bisa merangkum sebesar-besarnya demi kepentingan rakyat. Dikatakan, tahun pertama dan kedua pimpinan MPR membuka diri sebagai golden time untuk menampung aspirasi masyarakat.

“Sekali lagi saya ingin menegaskan kepada seluruh masyarakat tidak ada kejar setoran atau kerja target dalam kerja kerja di MPR.  Yang ada adalah bisa merangkum keputusan itu sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat bahwa tahun pertama kedua dan ketiga kita akan membuka diri, kita jadikan 3 tahun 2 tahun menjadi golden time menerima aspirasi yang berkembang di masyarakat. Karena nanti di ujung apakah akan amandemen atau tidak akan tergantung kepada dinamika politik yang berkembang dua atau tiga tahun yang akan datang,” katanya.

Bamsoet kembali  menyatakan,  soal amandemen UUD Negara 1945 masih tergantung dinamika di masyarakat.   Harapannya dan harapan seluruh rakyat Indonesia terpenuhi atau tidak tergantung dinamika.

“Tapi saya pastikan apabila mayoritas masyarakat menghendaki amendeman pasti kita lakukan. Tapi kalau masyarakat tidak menghendaki, maka keputusannya adalah tidak perlu kita amendemen,” ungkap Bambang. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here