Sikap Kesatria dan Seorang Suami Ditunjukan Kolonel Kav Hendi di Sertijab Dandim

by -

BERITABUANA.CO, KENDARI – Pemandangan luar biasa ditunjukan Kolonel Kav Hendi Suhendi. Ia dengan gagah menerima dengan ikhlas pencopotan jabatannya sebagai Dandim 147/Kendari, gegara pernyataan istrinya di medsos terkait penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Bahkan dia pun sama sekali tak nampak marah ataupun hal lainnya terhadap istrinya itu. Dengan jiwa kestrianya, dia peluk istrinya.

“Saya terima, saya terima salah. Saya tetap terima apa yang jadi keputusan pimpinan,” ujar Kolonel HS seusai serah-terima jabatan di aula Markas Korem 143 Halu Oleo, Kendari, Sabtu (12/10/2019).

Kolonel HS mengaku mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian ini. Dan dia menunjukan dukungan kepada istrinya. “Dijadikan pelajaran buat kita,” ujar Kolonel HS sambil merangkul istri.

Pangdam Hasanuddin Mayjen Surawahadi memberi penjelasan soal dasar pencopotan Hendi. Menurutnya,
dasarnya pada ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 bahwasanya di Pasal 8 ayat A tentang ketaatan itu juga yang harus kita penuhi dan di Pasal 9 tentang ketentuan jenis hukuman.

Jelas Pangdam, ada beberapa jenis sanksi yang diatur dalam UU tersebut. Hukuman yang diberikan kepada Hendi sudah sesuai dan telah melewati proses yang ditentukan.

“Tentara akan ditangani tentara sesuai dengan yang tadi saya sampaikan istrinya karena orang umum, meskipun Persit, nanti akan ditangani orang umum karena dianggap juga sesuai ketentuan kita tidak boleh juga membuat seperti itu semacam ujaran kebencian,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mencopot jabatan Dandim 147/Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi. Pencopotan terkait postingan istrinya, Irma Zulkifli Nasution (IPDN), soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Kolonel HS, disebut KSAD, memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014, yaitu hukum disiplin militer. (Ken)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *