UNJ, Rahimnya Pemimpin Masa Depan

Wakil Dekan III FIS UNJ, Dr Andy Hadiyanto M.A. (Foto: Natsir)
Ruang Sertifikasi Guru UNJ, tempat digelarnya Seminar dan Talkshow Kebangsaan. 15 Oktober 2019. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengapresiasi langkah strategis Bina Masyarakat Polda Metro Jaya, berinisiasi menyelenggarakan Seminar dan Talkshow Kebangsaan “Penguatan Wawasan Kebangsaan, Memperkuat Rasa Patriotisme”.

Hal ini disampaikan Wakil Dekan III, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNJ, Dr, Andy Hadiyanto M.A kepada beritabuana.co, di ruang kerjanya, Kampus FIS UNJ, Jalan Daksinapati Rawa Mangun, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019).

Andy menilai, Polda Metro Jaya sudah tepat menyelenggarakan kegiatan ini dalam menyikapi aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar beberapa hari yang lalu.

“Optimalisasi sinergi memang harus seperti ini, secara institusi, salut kepada Kapolda Metro Jaya, ditengah kondisi bangsa kita, melewati masa-masa terberat dengan isu rasisme, radikalisme, ketidakpastian ekonomi, barang-barang mahal, harga tiket pesawat entah samapai kapan turun, bencana kemanusiaan dan banyak problematika bangsa. Kegiatan ini, secara gak langsung jadi moment Dialog Kebangsaaan dan Polda Metro Jaya khususnya Bina Masyarakat menjadi inisiator yang baik,” apresiasi Dosen Agama Islam di FIS UNJ itu.

Dikatakan Andy, FIS UNJ mengapresiasi permohonan beritabuana.co untuk penggunaan tempat digelarnya Seminar dan Talkshow Kebangsaan. Bahkan, pihak UNJ menyambut baik dan siap memfasilitasi kegiatan positif yang membawa dampak perubahan sekaligus menyemarakkan hari sumpah pemuda.

Lanjut Andy, Rektor UNJ, Dr. Komarudin M.Si., juga dijadwalkan memberikan sambutan, meresmikan juga narasumber Seminar dan Talkshow Kebangsaan. Selain itu, BEM Fakultas telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan BEM Prodi untuk bisa meramaikan hajatan 15 Oktober 2019.

“Peserta juga tidak hanya dari UNJ, tapi peserta dari kampus tetangga di wilayah Jakarta Timur. Mengapa? Karena kegiatan seperti ini seharusnya terus dilaksanakan, karena menjadi bagian dari optimalisasi Tri Darma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk silaturahim dari berbagai anak bangsa, salah satunya ya dari POLRI dalam membekali penguatan wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Apalagi, sambung Andy, penghujung September 2019, mayoritas mahasiswa UNJ juga ikut berunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka, tentu wajar karena bagian dari demokrasi. Aspirasi itu, menurutnya, harus difasilitasi bukan dipukuli dan jangan alergi dengan demo.

“Perlu diingat, anak-anak inilah pemimpin masa depan republik ini, sesuai moto UNJ, ‘Building Future Leader’ yakni membangun pemimpin masa depan. Masa pemimpin depan tugasnya cuma ngampus dan tidak sensitif dengan kondisi Bangsa, kalau mahasiswa tidak memikirkan kondisi Bangsanya, itu calon pemimpin masa lalu karena UNJ adalah rahimnya pemimpin masa depan. Soal demo kemarin yah maaf yah pak, Bapak-Bapak polisi itu Ayahanda anak-anak kami,” tutur Wakil Dekan III FIS UNJ itu lagi.

Wakil Dekan III FIS UNJ yang dikenal senyuman khas dan sangat ramah ini pun kembali mengajak seluruh civitas kampus, tidak hanya di FIS UNJ tapi Fakultas lain agar hadir mengikuti Seminar dan Talkshow Kebangsaan bersama Rektor UNJ Dr Komarudin, Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono dan Para Akademisi UNJ.

Selain itu, panitia juga dalam konfirmasi mengundang Budiman Sujatmiko, Fahri Hamzah (mantan Wakil Ketua DPR RI), dan sejumlah tokoh bangsa lainnya akan hadir pada Selasa 15 Oktober 2019, jam 08.00 s/d 11.00 WIB di Gedung Sertifikasi Guru UNJ. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here