Obyek Wisata Curug Maing Mempesona dan Mitosnya

BANYAK orang hanya mengenal Curug (air terjun) Maung, yang berada jauh di daerah Sumatera Selatan. Ternyata di dekat kita sendiri, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat lainnya, ada Curug yang tidak kalah indahnya. Yakni, Curug Maing.

Letak Curug Maing itu, di wilayah Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Ada tiga buah Curug yang sangat mempesona. Airnya jernih dan suasananyapun sejuk. Jika hujan turun kabut pun menyelimutinya. Maklum lokasinya berada di kaki Gunung Gede.

Jika ingin ke sana, perjalanan dijamin tak terasa. Enggak cape juga dong. Kenapa? Ya, lantaran, masuk ke obyek tersebut melintasi tempat yang nyaman, dan disuguhi hamparan hijau Perkebunan Teh Gedeh Cugenang (PTGC), milik PTPN VIII Jabar.

Sedangkan obyek Curug berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangango (TNGP). Secara administratif masuk ke wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang.

Tak jauh dari komplek pabrik PTGC, maka akan langsung menemui jalan setapak menuju Curug. Jangan salah sangka, jalan setapaknya bukan yang seperti kita bayangkan jika mendaki gunung terjal. Tidak sama sekali.

Menurut warga di sana, jalan tersebut bisa tembus ke arah situs Batu Dongdang maupun situs Batu Masigit yang berada di Gunung Gede. Jarak tempuhnya dari Curug sekitar 4 km.

Perjalanan dari PTGC menuju obyek Batu Lempat (Batlem) dapat ditempuh dengan jarak 0,5 Km. Sebuah obyek aliran sungai yang cukup deras melintasi hamparan batuan sepanjang 30 M yang katanya sich, akibat kikisan alami aliran sungai selama beberapa tahun hingga di tengah batu cadas terbentuk cekungan memanjang.

Tak aneh banyak pengunjung kaulamuda sepulangnya dari curug sering kali menyempatkan diri memanfaatkan untuk sorodotan (perosotan), benar-benar seru dech…

Tak jauh dari Batlem, sekitar 2000 meter ke arah hulu sungai maka akan menjumpai air terjun ke 1 yang disebut Curug Maing tinggi 45 meter dan punya mitos tersendiri. Pendakian selanjutnya, akan melihat kejernihan riaknya Curug Gopal (T.35 meter) dan Curug Sawer (T.20 meter).

Mitos Curug Maing

Sudah ya. Anggap saja sudah paham. Kita kembali ke masalah Curug Maing. Obyek yang ramai dikunjungi ini selain dekat jarak tempuhnya juga punya mitos tersendiri.

Menurut cerita dari sejumlah warga di sana, pada zaman Belanda ada seorang wanita cantik bernama Nyi Maing dikejar-kejar begundal kontrak pengusaha perkebunan Teh. Mojang tersebut lari ke hutan dan menghilang bertahun tahun.

Beberapa tahun kemudian, seorang warga sepulang mencari kayu bakar dari hutan, dan melewati Curug tersebut, terdengar suara wanita seraya mengalunkan tembang.

Mata sipencari kayu bakarpun langsung tertuju ke air terjun yang mana suara tersebut muncul. Terlihatlah sosok mojang cantik berkebaya dengan kain sarung batik sebagaimana diceritakan orang terdahulu.

Masih diceritakan warga setempat, mojang itu duduk dibatu menghadap kolam air terjun sembari sepasang kakinya direndamkan ke air.

Kehadiran si pencari kayu bakar di atas terjal bersemak, menggugah wanita tersebut lalu menatapnya ke atas terjal. Tak lama, wajah mojang itu berubah mengkerut, dan masuk ke tirai Curug, yang di duga ada gua.

Hilangnya sosok wanita itu, si pencari kayu bakar menduga nenek tersebut adalah Nyi Maing yang hilang beberapa tahun silam.

Mungkin juga banyak warga disana lainnya yang pernah melihat penampakan sosok wanita maupun suara misterius. Maka warga mempercayai bahwa penunggu Curug tersebut tak lain Nyi Maing. Yang akhirnya, Curug tersebut dikenal sebagai Curug Maing. (Yan Sulivantara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here