Klasis Kota Kupang Siap Laksanakan “Pesta Iman”

by -

BERITABUANA.CO, KUPANG – Klasis Kota Kupang menyatakan siap melaksanakan “Pesta Iman” Sidang Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-XXXIV, yang akan berlangsung pada 15-22 Oktober 2019, di Gereja Paulus Kupang.

“Persiapan kita sudah mencapai 85 Persen, pada prinsipnya siap untuk mensukseskan Persidangan ini,” ujar Ketua Pelaksana Harian Sidang, Pdt. Ludji Riwu Kaho saat jumpa pers di Gereja Paulus, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan Pdt. Ludji, kegiatan nanti akan dibagi ke delapan gereja yang ada di Kota Kupang, untuk agenda sidang komisi, termasuk di Gereja Paulus

“Pembukaan dan Penutupan dipastikan di Gereja Paulus, agenda lainnya dilaksanakan di beberapa gereja yang ada,” paparnya.

Sidang Sinode kali ini, ujar Pdt. Ludji mengambil tema Roh Tuhan Menjadikan dan Membarui Segenap Ciptaan.

Dikatakan Pesta Iman, aku Pdt. Ludji, sebagai pesta produktif, banyak keputusan yang harus diambil, sehingga panitia harus membuat suasana kondusif dan nyaman, agar menghasilkan keputusan yang tepat dan baik.

Sedangkan Ketua Majelis Sinode GMIT Provinsi NTT, Pdt. Merry Kolimon menegaskan, persidangan ini akan mendengar dan membahas laporan kerja Majelis Sinode GMIT Periode 2015-2019, selanjutnya dibuat keputusan mengenai program-program pelayanan Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (HKUP) untuk periode 2020-2024.

“Salah satu agenda penting dalam persidangan ini , pemilihan Majelis Sinode Periode 2019-2023. Panitia telah bekerja dan menetapkan Ketua

Sementara, yang akan digelar di hari terakhir persidangan,” tambah Pdt. Merry.
Peserta yang akan hadir, tandas Pdt. Merry, utusan dari 46 Klasis GMIT se-NTT dan satu klasis Sumbawa Provinsi Nusa Temggara Barat (NTB).

“Diperkirakan akan dihadiri 500-700 orang, sedangkan saat pembukaan bisa mencapai 1.000 Orang,” paparnya lagi.
Sedangkan Panitia Expo GMIT 2019, Freddy Tielman mengatakan, kegiatan Expo ini dalam rangka menyemarakan Persidangan Majelis Sinode GMIT ke-XXXIV.

“Selama acarar berlangsung, seminim mungkin penggunaan plastik, dimana untuk air minum akan disediakan botol kaca dan dispenser di beberapa titik,” jelas Fredy Tielman.

Begitu juga dengan penggunaan kertas, tambah Fredy Tielman, semaksimal mungkin tidak digunakan, dimana dua minggu sebelum persidangan sudah dikirim software untuk dibahas di Klasis masing-masing.

“Ketika saat persidangan juga tidak menggunakan kertas, karena GMIT sangat peduli dengan kerusakan alam akibat plastik dan kertas,” tambahnya lagi. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *