AKBP Anjar Gunadi Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos, dan Cerdas Berinformasi

Wadir Binmas Polda Metro Jaya, AKBP Drs Anjar Gunadi M.M. (Foto: Natsir)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Direktur Bina Masyarakat (Wadir Bimas) Polda Metro Jaya, AKBP Drs. Anjar Gunadi M.M mengajak generasi milenial saat ini untuk lebih berhati-hati menerima dan membagi informasi yang belum tentu akurat.

Hal ini disampaikan AKBP Anjar saat rapat pemantapan Seminar dan Talkshow Kebangsaan bersama tim beritabuana.co di ruang kerjanya Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

“Bijaklah bermedsos dan Cerdaslah berinformasi karena sulut emosi saat ini cepat sekali dan penyebabnhya adalah adanya informasi yang baru katanya tapi kan sudah tersebar. Misalnya info di wa itu Rektor UNJ adalah Rektor Asing dari Korea Selatan, padahal Dr Komarudin, kalau dilihat dari wajahnya Pak Komarudin kok gak ada tampang korea-koreanya yah, lah emang asli orang Indonesia. Artinya jangan gampang berbagi Informasi di medsos kalau belum jelas,” ajak dia.

Ayah dari 3 anak ini atas nama Nabella Chaerunissa, Hanifatus Salma Ramadhanu dan Naura Tsuraya Hasna mengutip pernyataan Robert Nares (1753–1829), pernah menyebut bahwa kata ‘Hoax’ berasal dari kata “Hocus”, yang berarti “Menipu”.

“Hocus juga merupakan kependekan mantra sulap yaitu “Hocus Pocus”. Namun maksud penggunaan kata hoax pada pemberitaan palsu berbeda dengan pada pertunjukan sulap. Jika dalam sulap penonton sadar bahwa mereka tengah dibohongi, namun dalam pemberitaan palsu, pendengar atau penonton justru tidak sadar sedang dibohongi,” terangnya.

Lebih lanjut, kata AKBP Anjar, hoax yang sengaja dibuat menjadi pangkal dari segala kekisruhan sosial dimana-mana. Tidak saja di Indonesia, bahkan dinegara-negara majupun, mayoritas kalangan terpelajar malah sering terjebak hoax.

“Masalahnya makin rumit ketika hoax menimbukan fitnah serta meningkatnya potensi konflik dan kekerasan di masyarakat,” ucap mantan Kapolres Pemekasan Polda Jatim itu lagi.

Anjar sempat menyoroti berita berita atau informasi yang mengandung kebohongan sangat berpotensi merusak hubungan kekerabatan, paradox dengan tujuan media sosial sebagai instrument penghubung diantara anggota masyakarat (connecting people).

“Sesungguhnya menangkal hoax bukan sesuatu yang terlalu sulit, asal kita memiliki mental intelijen dalam memillah serta memilih berita dengan kata lain bijaklah bermedsos dan cerdaslah berinformasi,” imbunnya.

Merespon situasi terkini, penerima Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun dan dikenal pemain musik gitar ini pun mengajak seluruh civitas kampus dimanapun berada untuk lebih hati-hati untuk menerima dan membagi berita palsu.

Wadir Binmas juga menginformasikan kepada masyarkat kampus khususnya UNJ dan Kampus di Jakarta Timur sekitarnya untuk hadir pada 15 Oktober 2019 karena Seminar dan Talkshow Kebangsaan nantinya ada komika dari UNJ dan Pemenang KDI dari Indonesia Timur, Jamal Ternate and friends akan menghibur seluruh peserta. (Natsir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here