Upaya Demokrat Lakukan Investigasi Terhadap Trump, Langgar Konstitusi

Presiden AS, Donald Trump.

BERITABUANA.CO, NEW YORK – Pihak Gedung Putih menyatakan, tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump, karena tindakan itu sebagai “ilegal dan tidak konstitusional”, lapor kantor berita Anadolu.

Hal itu terungkap dalam surat yang dikirim ke Partai Demokrat pada hari Selasa kemarin (8/10/2019) waktu setempat.

Surat setebal delapan halaman itu, antara lain, mengatakan tidak perlu ada penyelidikan dan tindakan tersebut menunjukan ketidak patuhan pada Konstitusi Amerika Serikat.

“Presiden tidak melakukan kesalahan dan Demokrat tahu tentang itu,” kata Sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataannya.

Bahkan sambung Sekretaris Pers, tindakan itu merupakan penghinaan terhadap Konstitusi – karena menolak hak presiden untuk memanggil saksi, mendapatkan akses ke bukti.”

Sebuah surat yang ditulis oleh pengacara Trump, Pat Cipollone, menuduh Demokrat berusaha “membatalkan” pemilu 2016, sementara mencoba untuk merusak peluang Trump untuk terpilih kembali pada tahun 2020.

Pada 24 September Demokrat ingin melakukan penyelidikan terhadap Trump setelah informasi mengatakan presiden berulang kali menekan Ukraina untuk ikut campur dalam pemilihan presiden 2020.

Sementara itu, pada 25 Juli, melalui percakapan telepon antara Presiden AS dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di mana Trump berulang kali menekan Zelensky untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden Joe Biden dan putranya, Hunter, atas tuduhan korupsi tak berdasar.

Biden, seorang kandidat Demokrat terkemuka dalam pemilihan presiden berikutnya, adalah penantang politik utama Trump.

Trump, calon Partai Republik berulang kali menyangkal telah melakukan kesalahan dan menuduh Demokrat membuang-buang waktu. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here