Pemkot Kupang Gelar Nikah Massal Bagi 50 Pasangan

BERITABUANA.CO, KUPANG – Kegiatan Nikah Massal Tahun 2019 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang diikuti 50 Pasangan, di Gereja Bait El Nunhila, Rabu (9/10/2019).

Acara dimotori Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Kupang tersebut, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat sosial masyarakat, secara khusus bagi pasangan suami istri yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Nikah Massal ini juga implementasi Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang dengan tegas menyatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, . Thruice Balina Oey menyampaikan bahwa nikah massal ini dapat menciptakan masyarakat/keluarga baru yang memiliki moral dan akhlak yang baik, serta hidup rukun dan saling menghargai di tengah-tengah masyarakat, serta mampu mendukung program dan kebijakan pemerintah yang berbasis pada keluarga.

“Kami berharap agar pasangan mempelai dapat membina dan mewujudkan bahtera rumah tangga baru yang sederhana, bahagia dan sejahtera yang selalu memelihara keharmonisan, saling menghargai dan menghormati dimulai dari dalam keluarga, lingkungan dan gereja,” harap Jefry Riwu Kore sapaan Wali Kota Kupang.

Disamping itu, tambah Jefry Riwu Kore, dapat menjaga dan memegang teguh ikrar dan janji yang telah di ucapkan di hadapan Tuhan, jemaat maupun pemerintah, sehingga dapat membina dan mewujudkan suatu rumah tangga Kristen yang berkenan di hadapan Tuhan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Matheus Eustakhius selaku ketua Panitia dalam laporannya mengatakan, dengan digelarnya nikah massal ini, diharapkan dapat membantu masyarakat, yang sudah hidup bersama sebagai suami istri, namun belum menikah secara sah menurut hukum masing-masing agama dan negara, oleh sebab berbagai alasan, salah satunya karena tidak mampu secara ekonomi untuk mendapat pengakuan secara agama dan pemerintah sebagai pasangan suami istri yang sah. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here