Puan Tegaskan, DPR Bukan ‘Tukang Stempel’ Pemerintah

Pimpinan DPR RI disampingi Sekjen Indra Iskandar saat bicang-bincang dengan awak media. (Foto: Asim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, sinergi antara eksekutif dan legislatif harus berjalan sebanyak mungkin, untuk kepentingan bangsa dan negara. Dalam hal ini, DPR bukan berarti seperti ‘tukang stempel’ juga.

Sebab, menurut Puan Maharani saat bicang-bincanan dengan awak media di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2019), pekerjaan yang dilakukan pemerintah demi kepentingan rakyat, sementara DPR yang diwakili oleh partai politik mengikuti kebijakan dalam hal tugasnya pengawasan apa yang dilakukan pemerintah. Sehingga, pemerintah tidak melenceng.

“Jadi, saya juga nggak setuju kalau apa saja yang akan dilakukan eksekutif kita setujui saja tanpa kita lihat dulu baik buruknya bagi bangsa dan negara,” kata Puan yang didampingi wakil ketua DPR RI yakni Azis Syamsuddin, Rahmad Gobel dan Sufmi Ahmad Fasco, serta Sekjen DPR RI Indra Iskandar.

Namun, lanjut Keua DPP PDI Perjuangan itu, selama kebijakan itu adalah berguna bagi bangsa dan negara dan khususnya rakyat, tentu saja yang ada di DPR ini boleh saja memberikan pengawasanya, memberikan auto kritik.

“Tetapi jangan sampai tidak ada solusinya. Harus ada solusi yang kita lakukan, jadi kita teriak-teriakan pun harus memberikan solusi kepada pemerintah, sehingga pemerintah bisa menjalankan apa yang ingin kita jalankan itu dan komitmen dari kita untuk bisa dilakukan bersama, bahwa kalau ada perbedaan-perbedaan ya namanya juga dinamika tentu boleh saja selama itu terkait dengan kebijakan,” kata Puan menambahkan.

Terkait dengan itu, Puan berharap apapun dinamika yang terjadi di DPR merupakan satu hal yang biasa dalam politik. Diharapkan juga seperti apa pun dinamika yang ada, harmoni tetap dijaga antara semua anggota DPR.

Sebab, masih menurut Puan, perbedaan kebijakan politik itu hal biasa, dan karena itu jangan sampai silaturahmi dan gotong royong menjadi tercerai berai hanya karena kepentingan individu, atau kelompok.

“Komitmen yang akan kami bangun adalah bagaimana menjaga NKRI tetap utuh dengan sesuai konstitusi dimana parpol sebagai salah satu pilar demokrasi,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hal ini lah yang akan dijalankan dan dijaga oleh Pimpinan DPR, agar kebijakan pro rakyat memang bermanfaat.

Puan juga berpendapat bahwa kritik, otokritik dan dinamika di DPR akan tetap terbangun karena itu diperlukan dalam proses demokrasi.

“Kami berharap sinergi ke depan lebih baik, visi juga dengan kriitk bermanfaat serta solusinya. Sehingga memang akan lebih bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here