Cryptocurrency Merubah Paradigma Sistem Moneter dan Keuangan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Perdagangan mata uang atau cryptocurrency membawa perubahan paradigma dalam sistem moneter dan keuangan di era modern yang semakin berkembang.

Demikian ditegaskan Wakil Jaksa Agung, Dr Arminsyah SH Msi, saat menerima kunjungan peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Terpadu Antar Negara di Sasana Pradhana Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (03/10/2019).

“Melihat tingginya risiko pada penggunaan bitcoin sebagai cryptocurrency maka diperlukan standar hukum yang lebih seragam antar Negara. Para penegak hukum harus mulai bersiap mengenai ini,” kata Arminsyah.

Arminsyah menilai, Diklat Terpadu kali ini untuk mengantisipasi kejahatan cryptocurrensy sangat baik. “Apa lagi kerjasama antar negara sangat bagus sekali, karena pesertanya antar negara,” kata Arminsyah saat menerima rombongan peserta Diklat Terpadu Antar Negara yang juga didampingi Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabandiklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi.

Dalam kesempatan itu Untung mengatakan, para peserta pelatihan terpadu dalam mengantisipasi kejahatan cryptocurrency ini diikuti masig-masing dua utusan dari Singapura, Hongkong, Thailand, Malaysia dan Australia.

Sedangkan peserta dari dalam negeri terdiri atas 16 orang Kajari, satu orang dari Polri, satu orang dari Bank Indonesia, satu orang dari Ditjen Pajak, dan satu peserta dari Otjen TNI.

“Metode pembelajaran dalam Diklat Terpadu ini adalah mendengarkan pemaparan dari narasumber, diskusi kelas, sharing pengalaman peserta, dan kunjungan,” kata Untung. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here