Jadi Anggota Dewan Itu Memang Enak

711 Anggota DPR, DPD dan MPR terpilih mengikuti Sidang Paripurna Awal Masa Jabatan Anggota MPR/DPR/DPD RI periode 2019 - 2024. di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/10/2019). Sidang Paripurna dengan agenda Pelantikan dan Pengambilan sumpah/janji anggota DPR, DPD, dan MPR terpilih yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), M. Hatta Ali. (Foto : Jimmy)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wajah ceria menghiasi anggota DPR/DPD RI periode 2019-2024 yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya pada Selasa (1/10/2019) kemarin. Mereka akan bertugas sebagai wakil rakyat selama 5 tahun ke depan.

Keceriaan tersebut tentu lumrah atau wajar karena mereka akhirnya bisa duduk Senayan sebagai pejabat negara dan dipanggil ‘yang terhormat’.

Menjadi anggota Dewan memang ada kebanggaan tersendiri, termasuk buat keluarga mereka. Selain pejabat negara dan dipanggil yang terhormat, setiap anggota DPR otomatis sudah aman dan tentram hidup mereka setidaknya dalam lima tahun. Memang enak jadi anggota DPR.

“Kalau nggak enak, mana mungkin mereka rebutan jadi calon,” kata seorang karyawan Setjen DPR kepada beritabuana.co, Rabu (2/10/2019) yang sudah puluhan tahun bekerja di salah satu fraksi.

Tidak heran setiap pemilu umumnya, politisi ikut mendaftar menjadi calon anggota legislatif (caleg). Tidak hanya politisi, banyak juga pensiunan tertarik mendaftar sebagai caleg.

Begitu juga dengan pengusaha, banyak diantara mereka terjun ke dunia politik kemudian ikut sebagai caleg dengan harapan bisa terpilih menjadi anggota DPR dalam pemilu tersebut. Lebih menarik lagi, tidak sedikit para pesohor yang terpilih menjadi anggota DPR 2019.

Tak bisa dipungkiri, menjadi anggota DPR memang membuat hidup enak dan nyaman. Setiap bulan, masing-masing anggota DPR mendapat gaji atau lebih sering disebut sebagai uang kehormatan.

Jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah. Sudah mendapat uang kehormatan, setiap anggota DPR juga diberi tunjangan bermacam-macam, termasuk tunjangan istri dan anak serta tinggal di rumah dinas.

Tidak hanya itu, setiap masa reses, anggota DPR pun menerima uang ratusan juta rupiah yang digunakan pada saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Belakangan, DPR sudah menetapkan reses 5 kali dalam setahun dan durasinya bisa antara 2 – 3 minggu.

Di masa persidangan, anggota DPR dalam komisi juga mengadakan kunjungan spesifik ke daerah. Kunjungan ini biasanya untuk memantau atau menindaklanjuti sebuah permasalahan yang diadukan oleh masyarakat ke DPR.

Tidak hanya kunjungan kerja di dalam negeri, DPR juga mengagendakan kunjungan kerja ke luar negeri. Anggota DPR pun saat ini sudah lebih ringan pekerjaannya karena mereka dibantu oleh sekretaris dan 4 atau 5 orang tenaga ahli, yang gaji mereka dibiayai oleh negara.

“Sudah pasti lah,” ujar seorang tenaga ahli anggota DPR soal enaknya jadi anggota DPR. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here