Ini Pidato Perdana Ketua DPR Puan Maharani

Pimpinan DPR RI terpilih.
BERITABUANA.CO, JAKARTA –  Pimpinan DPR RI periode 2019-2024 sudah terbentuk dan dilantik dalam rapat paripurna, Selasa (1/10/2019) malam. Ketua dan wakil  DPR yang baru berkomitmen menggelorakan semangat gotong royong mewujudkan DPR sebagai parlemen modern, terbuka dan aspiratif serta berupaya menjadikan DPR sebagai rumah rakyat yang sesungguhnya.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPR Puan Maharani saat berpidato setelah dilantik bersama empat  Wakil Ketua yaitu Azis Syamsuddin Rahmad Gobel, Muhaimin Iskandar dan Sufmi Fasco(Gerindra).
“Karma Nevad Ni AdikarasteMa Phaleshu Kada Chana. Lakukan kewajiban kita tanpa memikirkan untung ruginya,”ajak Puan Maharani yang disaksikan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Kalau bukan kita yang mendapatkan manfaatnya, maka anak-anak kita yang akan menerimanya; kalau bukan anak-anak kita, maka cucu kita yang akan mendapatkan manfaatnya. Sejarah sedang memberikan kesempatan bagi kita; Apakah kita akan mundur, mandeg, atau maju? Gunakanlah kesempatan sejarah ini, dalam bergotong royong memajukan bangsa dan negara,” tambah Puan.
Diawal pidatonya, Puan Maharani menjelaskan,  keberadaan anggota DPR adalah merupakan hasil dari proses pemilu yang demokratis, di mana rakyat telah memberikan kepercayaan kepada kita sebagai wakil-wakilnya. Hasil Pemilu 2019, merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat.
Karena itu kata Puan, menjadi tanggung jawab konstitusional kita bersama untuk dapat melaksanakan hasil Pemilu 2019.
Terkait fungsi DPR dibidang  legislasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat, DPR RI kata Puan  diharapkan dapat ikut mewujudkan tujuan bernegara kita, yaitu “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
“Walaupun fungsi-fungsi di DPR akan berjalan secara dinamis, namun hal itu tidak boleh membuat kita menjadi terpecah belah dan kontraproduktif,” katanya.
Dinamika dalam menjalankan fungsi-fungsi DPR kata dia lagi tetap berjalan pada landasan utamanya yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, sehingga Kepentingan Nasional, Bangsa dan Negara yang diutamakan.
Lebih penting lagi, menurut Puan  kekritisan DPR, khususnya dalam mengimplementasikan prinsip demokrasi dan menjalankan mekanisme checks and balances haruslah selalu konstruktif, dan membangun peradaban demokrasi di Indonesia.
“Marilah kita jaga bersama kepercayaan yang telah diberikan rakyat tersebut melalui kerja keras, kerja cerdas, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan fungsi dan peran DPR yang dapat memenuhi aspirasi dan harapan rakyat,” pungkas Puan. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here