FHUI Mengajak Generasi Muda Bangkit dari Bencana Donggala Kuatkan Ketahanan Keluarga Tolak KDRT

BERITABUANA.CO, SULTENG – Kamis 26 – 27 September 2019. Tim Pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia melaksanakan pengabdian masyarakat di SMAN 1 Sirenja-Donggala Sulawesi Tengah.

Kegiatan dengan pemanfaatan media digital dalam pengingkatan akses terhadap pencegahan KDRT ini mengajak generasi milenial dalam menciptakan keluarga yang harmoni dan tangguh.

Saat ini generasi muda seringkali menggunakan media sosial dalam setiap kegiatan mereka. “anak-anak kami perlu memperhatikan penggunaan media sosial, jangan sampai berujung pada tindak pidana, karena banyak anak-anak seusia kalian yang belum memahami bagaimana menggunakan media sosial” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bapak SMAN 1 Sirenja saat membuka acara.
Generasi milenial menjadi pengguna aktif media sosial.

Hampir semua peserta yang hadir pengguna aktif media sosial. Ketika siswa tidak bijak dalam menggunakan media sosial maka akan berdampak buruk, antara lain seperti masalah dalam bersosialisasi dan terpapar konten pornografi.

Untuk itu kita harus bijak menggunakan media sosial, “kalau bukan kita yang menyebarkan konten baik, maka media sosial yang akan mempengaruhi kita dengan konten buruk” ungkap Abdul Karim Munthe selaku ketua Tim Pengabdi.

“Sebagai pengguna media sosial kita harus memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif. Penyebaran konten positif harus dilakukan. Tidak boleh menyebarkan berita tanpa koreksi sebelumnya. Karena ketika kita sebarkan konten buruk tersebut walau kita beri komentar negative maka sama saja menyebarkan konten buruk tersebut,” tambah Munthe.

Untuk mencegah terjadinya KDRT adalah menjauhkan anak dari pernikahan muda. “Kalian tidak boleh menikah sebelum usia minimal 19 tahun” ungkap ibu Ketua Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Donggala, Ibu Aritatriana, M.Si.

Hal yang juga harus diperhatikan adalah generasi seusia SMA sering bergaul berlebihan. Misalnya pacaran sampai melakukan hal-hal yang negatif. Bercanda dengan memukul bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh pasangan lain.

Selain itu Ibu Ita, menyambung pernyataan, dengan mengatakan, “usia kalian jangan tidur lagi dengan orang tua, atau saudara apalagi lawan jenis, karena itu bisa memicu terjadinya pelecehan seksual”.

Beliau juga menyampaikan bahwa baru-baru ini ada 3 kasus yang terjadi di kecamatan ini yang sedang ditangani oleh DPPA Donggala.

Dalam proses penyuluhan ini anak-anak diajak untuk mengekspresikan makna keluarga menurut mereka. Ekspresi ini dilakukan dengan mengupload foto dan kata-kata melalui media sosial yang dimiliki.

“Ini adalah bentuk usaha kita dalam mewarnai agar media sosial berisi konten positif dan menjadi inspirasi dalam membentuk keluarga yang bebas dari KDRT,” katanya.

Salah satu anak yang menjadi juara dalam lomba foto keluarga mengungkapkan nasihat penting orang tua yang membuatnya terus semangat. Nasihat orang tuanya dicontohkan, “nak jika kau merasakan putus asa, ingatlah bagaimana ayah membesarkan mu tanpa putus asa” ungkap Annisa Fadilah dalam akun facebook miliknya.

Penulis:

Tim Pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here