Polisi Pukul Mundur Massa Mahasiswa, Tiga Orang Terkabarkan Ditangkap

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Massa mahasiswa dipukul mundur aparat kepolisian, usai bentrok di depan Gedung DPR. Mereka berpencar kesejumlah titik, setelah terkabarkan 3 orang mahasiswa berhasil ditangkap.

Belum terkonfirmasi mahasiswa yang ditangkap. Tapi informasi lapangan menyebut, 1 orang menggunakan jaket almamater, 2 orang bertelanjang dada.

Mahasiswa pun kemudian terpencar, setelah polisi menembakan air dari mobil water cannon. Polisi juga menembakkan gas air mata berkali-kali ke arah mahasiswa.

Mahasiswa terpecah ke 4 titik. 1. Jakarta Convention Center. Mereka berkerumun di gerbang masuk Jakarta Convention Center. Mereka berniat masuk ke dalam yang merupakan tempat polisi berjaga.

Kapolda Metro Jaya Kombes Gatot Eddy Pramono dan Dirlantas Kombes Yusuf ada di dalam JCC. Polisi lalu memasang tameng dan menyiagakan mobil barakuda. Mobil pikap polisi juga sudah dinyalakan. Polisi pun meminta mahasiswa mundur.

Bukan mundur, mereka tetap bertahan. Belasan orang bahkan menerobos masuk Lapangan ABC. Akibatnya, polisi menembakkan kembang api (flare) ke udara. Mahasiswa bergeming menghadapi tembakkan flare itu. Akhirnya, polisi mengeluarkan mobil barakuda untuk menghalau mahasiswa sambil menembakkan kembang api.

Titik ke 2, massa mahasiswa berlindung di dekat Stasiun Palmerah, guna menghindari polisi yang menembakan gas air mata.

Di situ nampak massa menggendong rekan mereka yang terkulai lemas akibat menghirup gas air mata. Nampak yang digendong, setengah pinsan.

Titik ke 3, di Jembatan Slipi. Tepatnya arah lampu merah Slipi. Di sana, almamater berbagai warna berlarian karena menghindari gas air mata.
Mereka menyiram wajah dengan air mineral karena tidak kuat efek pedas gas air mata.

Titik ke 4, Gelora. Tepatnya di pertigaan Pos Polisi Palmerah. Kemudian polisi berusaha membubarkan mahasiswa ke arah Permata Hijau. Namun, mahasiswa berupaya untuk mendekat ke arah pintu belakang DPR. (Asmin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *