Wagub NTT Ajak Mahasiswa Timor Leste Menjadi Penggerak Pembangunan

BERITABUANA.CO, KUPANG – Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengajak mahasiswa Dili Institute of Technolgy (DIT) Timor Leste terus meningkatkan pengetahuan, sehingga dapat menjadi penggerak pembangunan di Negaranya.

Ajakan tersebut diungkapkan Josef Nae Soi saat beraudiensi dengan mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Bussines Adminstration (MBA) Dili Institute of Technology (DIT) di ruang Rapat Gubernur, Senin (23/9/2019).

Josef Nae Soi mengapresiasi mahasiswa DIT yang datang melakukan kegiatan studi komparatif di NTT. Sebagai tetangga terdekat , Provinsi NTT siap menjalin kerjasama dengan negara Timor Leste.

“Saya kira apa yang dilakukan oleh DIT sangat luar biasa. Apalagi kita ini, One island, two country (satu pulau, dua negara, red ). Persaudaraan lebih tinggi daripada batas administrasi negara. Kita bisa saling bekerja sama. Kalau Kupang maju, Dili, Oecusse juga harus maju, demikian pun sebaliknya,” jelas Josef Nae Soi.
Ia meminta agar para mahasiswa membangun diskusi yang bermanfaat dengan Perguruan Tinggi (PT) di Kota Kupang. Ada banyak hal dalam bidang pendidikan yang cocok dan bisa diterapkan. Sementara yang tidak bisa diterapkan, bisa dijadikan bahan pembelajaran.

Pihaknya verharap, lulusan dari DIT mampu membawa kemajuan serta memberikan sumbangsih bagi peningkatan kerjasama Timor Leste dengan Indonesia, khususnya NTT.

Sementara itu, Dosen sekaligus ketua rombongan dari DIT, Thereza Bello dalam sambutannya menegaskan, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi di Timor Leste, sudah lama membangun komitmen dan kerja sama dengan PT di NTT yakni Undana, Universitas Negeri Timor dan Universitas Widya Mandira Kupang. Berfokus pada bidang pendidikan, penelitan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan studi komparatif ini merupakan salah satu aktivitas kokurikuler yang bersifat wajib dari program pasca sarjana untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan intelektual. Sebagian besar mahasiswa program ini adalah pimpinan eksekutif di pemerintahan, swasta dan NGO di Timor Leste. Mereka dipersiapkan sebagai kader pembina di masa depan,”jelas Thereza.

Lanjut Thereza, DIT sangat mengapresiasi konsep pembangunan kerjasama Trilateral antara Indonesia, Timor Leste dan Australia, pembangunan pulau Timor dengan konsep One island, two nation juga pembangunan perbatasan.

“Kami juga datang untuk memupuk persaudaraan sekaligus belajar bagaimana cara untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara Timor Leste dengan NTT,” pungkas Thereza.

Kegiatan studi komparatif tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 22 sampai dengan 23 September 2019. Rombongan mahasiswa MBA DIT berjumlah 17 orang terdiri dari 15 orang mahasiswa pasca sarjana dan dua orang dosen pembimbing. Rencananya setelah melakukan studi komparatif di NTT, mereka melanjutkan kegiatan serupa di Bali. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here