Mantan Dirut PLN Nur Pamudji Didakwa Rugikan Negara Rp188 Miliar Lebih

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji didakwa merugikan keuangan PT PLN hingga Rp188,745 miliar dalam pengadaan pemasok BBM jenis High Speed Diesel (HSD) tahun 2011-2014.

“Terdakwa Nur Pamudji sebagai Direktur Energi Primer PT PLN 2009-2011 dan Dirut PT PLN 2011-2014 bertindak sendiri atau bersama-sama dengan Honggo Wendratno sebagai Dirut PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri atau oranglain yaitu Honggo Wendratno atau korporasi yaitu Tuban Konsorsium yang merugikan keuangan negara cq PT PLN Rp188,745 miliar,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung, Yanuar Utomo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/092019).

Sejumlah tindakan Pamudji yang menyebabkan kerugian negara adalah memerintahkan memperpanjang waktu penyerahan dokumen, memerintahkan kepada Panitia Pengadaan untuk menerapkan metode pasca kualifikasi dan Right to Match (RTM) serta memperpanjang waktu penyerahan dokumen tambahan persyaratan penandatangan Perjanjian Jual Beli BBM (PJBBBM).

Selain itu, kata JPU, terdakwa juga menetapkan Tuban Konsorsium sebagai pemenang lelang dalam pengadaan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) yang tidak sesuai dengan kualifikasi panitia pengadaan.

Dijelaskan, PT PLN pada 2010 merencanakan melakukan pelelangan untuk pemasok BBM jenis HSD untuk memenuhi kebutuhan 2011-2014 pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Lot 1: Muara Tawar, Lot II Tambak Lorok, Lot III Gresik dan Grati, Lot IV: Belawan, Lov V: tanjung Priok dan Muara Karang.

Honggo selaku Dirut PT TPPI mengetahui rencana itu lalu meminta dikenalkan dengan Direktur Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Keuangan Mudjo Suwarno dengan harapan agar PT TPPI bisa menjadi rekanan PT PLN untuk memasok BBM jenis HSD. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here