Imam..Imam, Nasib mu Kini

Menpora RI,, Imam Nahrawi.
Oleh: Andoes Simbolon
Andoes Simbolon.

BEKAS Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nachrawi akan mengikuti jejak para elit politik yang terjerat lebih dulu dalam kasus korupsi. Sudah tidak terhitung berapa banyak anggota DPR maupun  pejabat pemerintah harus mendekam dalam penjara karena terbukti korupsi.

Modus korupsi yang mereka lakukan bermacam-macam, tetapi intinya para politikus dan pejabat pemerintah itu menerima uang suap sebagai pelicin suatu kegiatan pekerjaan oleh pihak lain atau swasta. Perbuatan ini adalah sebuah kesalahan  karena melanggar UU dan sumpah jabatan.
Dari kasus yang ditangani KPK selama ini, kita terheran-heran, sebab uang pelicin yang mereka terima tidak tanggung-tanggung, jumlahnya sangat besar, mencapai miliaran rupiah.
Sebut saja kasus dugaan korupsi yang menjerat Imam Nachrawi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, Imam menerima total uang komisi sebesar Rp 26,5 miliar untuk kelancaran pengurusan pencairan dana hibah KONI Pusat. Wow, bagi masyarakat bawah, uang tersebut jelas sangat banyak sekali. Lebih ironis, dana hibah tersebut adalah uang rakyat (APBN) yang dialokasikan untuk dikelola oleh Kemenpora.
Imam Nachrawi pasrah setelah KPK mengumumkan statusnya sebagai tersangka. Sejak kasus korupsi dana hibah KONI Pusat terungkap, status Imam hanya sebatas saksi dan beberapa kali  hadir  di persidangan sebagai saksi untuk terdakwa lain dalam kasus ini. Dalam kepasrahan itu, Imam mengambil keputusan, yaitu menyatakan mengundurkan diri sebagai Menpora setelah sebelumnya melapor ke Presiden Jokowi. Hal serupa pernah ditempuh Andi A Mallarangeng, juga mantan Menpora dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Mereka mengundurkan diri dari jabatannya setelah KPK menetapkan sebagai tersangka. Mereka harus mundur supaya fokus menghadapi masalah hukum yang mereka hadapi. Andi dan Idrus  kemudian ditahan KPK, lalu diadili dan terakhir dijatuhi hukuman oleh hakim Tipikor karena terbukti menerima suap sebagai uang pelicin dari pihak lain  untuk sebuah pekerjaan.
Hal yang sama juga akan dihadapi oleh Imam Nachrawi. KPK sudah mengumumkan status barunya, setelah ditetapkan sebagai tersangka, maka dalam waktu dekat dia akan akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Nah, ini kita tidak tahu, apakah setelah menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka nanti Imam langsung ditahan atau tidak, hanya penyidik KPK yang mengetahui.
Dalam setiap perkara, sejatinya memang kita harus menjunjung azas praduga tak bersalah. Meski sudah sebagai tersangka, azas ini perlu dikedepankan. KPK masih harus mengembangkan penyidikan kasusnya untuk membuktikan penerimaan uang suap oleh Imam Nachrawi. Politikus PKB ini sendiri membantah keterlibatannya dalam skandal korupsi dan menolak tuduhan dari KPK.
Imam Nachrawi pun saat ini lebih banyak berdoa agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kasusnya. Memang sangat disayangkan kasus korupsi oleh pejabat pemerintah terus berulang. Sepertinya, uang membuat mereka silau sehingga lupa diri.
Kalau saja Imam Nachrawi tidak terlibat, maka dipastikan masa jabatannya sebagai menteri akan berakhir dengan baik pada 20 Oktober 2019 bersamaan dengan selesainya pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama. Kita pun tidak tahu, dalam pemerintahan keduanya, Presiden Jokowi masih mempercayai Imam Nachrawi sebagai menteri atau tidak.
Diusianya yang beranjak 46 tahun, Imam Nachrawi sebetulnya seorang politikus yang memiliki karir cemerlang seperti halnya  PKB dimana dia bernaung adalah salah satu partai  politik yang ikut mewarnai perjalanan bangsa ini ke depan. Tetapi karirnya tersebut bakal redup seiring dengan terungkapnya kasus dugaan korupsi di Kemenpora. Imam….Imam…, nasibmu kini ditangan KPK.   ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here