‌HMI Kupang Nilai Kinerja Gubernur dan Wagub NTT Belum Maksimal

by -

BERITABUANA.CO, KUPANG — Sekitat 50 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai ke DPRD NTT, dalam rangka evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Mereka menilai, Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Gubernur NTT dan Josef Nae Soi sebagai Wakil Gubernur NTT satu tahun kepemimpinannya belum menunjukkan hasil yang maksimal.

“Sejak dilantik pada September 2018 hingga saat ini, kami belum melihat hasil yang memuaskan. Memang masih empat tahun tersisa, tapi kami akan terus mengawasi kinerja pemerintah kedepannya,” ungkap Koordinator Lapangan, Ibnu Tokan di ruang Komisi I DPRD Provinsi NTT, Senin (23/9/2019).

Rombongan mahasiswa HMI Kupang diterima anggota DPRD NTT masing-masing Pata Vinsensius, Junus Naisunis, Maria Nuban Saku dan Leonardus Lelo.
Ibnu berharap, Dewan hadir jangan sampai hanya sebagai lembaga pelengkap Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, tetapi harus mengawal kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. “Kami menganggap dewan sebagai teman kerja yang mengawal setiap kebijakan Pemprov NTT,” ujar Ibnu.

Menurutnya, banyak persoalan yang belum terselesaikan, dan begitu menonjol seperti pendidikan, kesehatan, budaya dan masalah perempuan dan anak.

“Ambil contoh untuk kesehatan, masih banyak ditemui masyarakat dengan kondisi stunting, rumah sakit yang buang limbahnya sembarangan,” ujar Ibnu.

Saat diskusi berlangsung, salah seorang mahasiswa, Muhamad Pua Nita mengingatkan tentang rencana Pemprov NTT yang akan merelokasi dan konservasi hewan komodo yang ada di Pulau Komodo Kabupaten Manggarai Barat.

“Tidak ada landasan hukum yang mengatakan bahwa seorang gubernur bisa membuat statement seperti itu,” tegas Pua Nita.

Rencana yang dibuat Gubernur tersebut, jelas Pua Nita, akan membuat 3.000 lebih masyarakat di sana gelisah, karena kalau berkaca pada sejarah Pulau Komodo, sebelum Republik Indonesia ada atau Indonesia belum merdeka, masyarakat sudah hidup dengan komodo yang ada.

“Masyarakat menganggap komodo sebagai Subai atau nenek moyang mereka, sehingga mereka selama ini hidup damai bersama,” tegas Pua Nita.

Untuk itu, mereka berharap DPRD Provinsi NTT memperhatikan ini, jangan sampai wacana tersebut membuat masyarakat semakin gelisah dan resah.

Menanggapi pernyataan mahasiswa HMI Kupang, keempat dewan yang hadir tersebut berjanji akan menindak lanjuti nya.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang menjadi harapan, termasuk tuntutan kepada pemerintah. Apa yang menjadi harapan, seiring dengan harapan kami sebagai dewan,” paparnya. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *