Cerita Masa Jadi Wartawan, Bamsoet: Anggota DPR dan Wartawan Saling Butuh

by -

BERITABUANA.CO, BOGOR – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan bahwa tidak mudah menjadi seorang wartawan. Sangat banyak yang harus dilakukan ketika mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar. Beda dengan saat sekarang yang semakin modern.

“Untuk mencari sebuah referensi, terkadang kita mesti pergi ke perpustakaan atau membuka kliping-kliping. Berbeda dengan zaman sekarang, kita tinggal copy paste tanpa perlu mengetik berulang-ulang lagi,” kata Bambang Soesatyo, saat menceritakan dirinya ketika masih menjadi wartawan di acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Program Kerja  (FKSPK) DPR RI 2019 yang mengangkat tema ‘Sinergi DPR RI dan Wartawan Parlemen Dalam Menyukseskan Parlemen Modern’, di Bogor, Jumat (21/9/2019) malam.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, di hadapan 100 wartawan berbagai media yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen melanjutkan ceritanya dengan memaparkan bahwa setiap orang sudah ada jalan takdirnya dan garis tangannya. “Makanya saya tidak pernah memiliki ambisi yang berapi dan meledak-ledak, karena saya yakin Allah sudah mempunyai rencana bagi kita,” ujarnya.

Tapi, jelasnya, meski sudah memiliki jalan cerita sendiri, bukan berarti tanpa usaha, semua dilakukan dengan kerja keras. ‘Dan harus ingat dalam bekerja keras meraih sukses kuncinya itu hanya satu. Harus fokus,” jelasnya.

Wartawan itu jangan pernah mengecewakan narasumber. Begitu juga anggota DPR harus berani tampil dihadapan wartawan. Agar masyarakat mengenalnya bahwa sudah bekerja untuk rakyat, terutama rakyat yang diwakilinya.

“Dua dua. antara wartawan dengan anggota DPR, sebagai nara sumber saling membutuhkan. Bahkan bila perlu anggota DPR harus memiliki tenaga ahli dari seorang wartawan. Itu yang sampai sekarang saya lakukan. Saya sangat mudah menginformasikan pada rakyat tentang menjalankan tugas-tugas politik saya,” kata Bamsoet.

Bahkan, tambahnya, sekarang ini lebih lagi. Hampir setiap hari dirinya bersosialisasi dengan rakyat melalui peran wartawan menuliskan banyak masalah melalui rilis.

“Saya tidak berpikir lagi tulisan dimuat atau tidak di media. Tujuan saya hanya menyampaikan hasil pemikiran saya dalam menuntaskan pekerjaan saya. Toh ada juga yang muat,” kata Bamsoet.

Bamsoet pun kembali menekankan bahwa antara wartawan dan anggota DPR saling membutuhkan. Dan sebaliknya, wartawan pun membutuhkan anggota DPR sebagai nara sumber.

Wartawan juga, tambah Bamsoet, harus lebih jauh lagi butuh anggota DPR, bukan hanya dalam kepentingan pemberitaan, tapi kepentingan yang lain.

Menurutnya, cara berhubungan dengan nara sumber tidak hanya ketika ada kepentingan wawancara, tetapi bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti say hello.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kita jalani bersama dapat memberikan manfaat bagi kita bersama dan hubungan silaturahmi kita tidak putus sampai disini,” harap legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

Usai menyampaikan sambutannya Bamsoet didaulat untuk melakukan penabuhan gong sebagai tanda dibukanya acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Program Kerja DPR RI 2019 dan dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai kenang-kenangan kepada Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Romdhoni Setiawan.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menambahkan, peran wartawan dalam mensosialisasikan kegiatan dan hasil kerja anggota dewan sangatlah penting.

Oleh karenanya, membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara Pimpinan dan Anggota Dewan serta Kesetjenan DPR RI dengan wartawan, khususnya Koordiantoriat Wartawan Parlemen harus selalu terjaga.

“Wartawan itu fungsinya menginfokan kegiatan di Parlemen. Jadi saya kira sinergi antara wartawan itu harus diperkuat dan dijaga. Seperti yang disampaikan Ketua DPR bahwa output kerja DPR harus sampai ke masyarakat,” ujar Indra.

Saat ini kata Indra, Ia dan seluruh jajaran Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI sangat membutuhkan kerjasama semua pihak termasuk wartawan.

Karena kata Indra lagi, pihaknya saat ini sedang fokus dalam meningkatkan akses pengetahuan masyarakat kepada sidang-sidang di seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI, meskipun hal itu sudah dilakukan melalui aplikasi DPR Now!.

Ia tetap berupaya membangun sistem, agar masyarakat juga bisa mengetahui terkait laporan singkat (lapsing) dan kesimpulan rapat secara tertulis dan real time.

“Sistem sedang dibuat. Agar lapsing dan risalah semuanya juga bisa diakses masyarakat,” tandasnya.

Untuk periode mendatang, Indra memastikan bahwa Kesetjenan dan BK DPR RI akan tetap semangat dalam mendorong terwujudnya Parlemen Modern, meskipun setengah dari total Anggota DPR RI periode 2014-2019 tidak akan menjabat lagi.

Indra juga mengungkapkan, peralihan masa jabatan ini tidak mengganggu upaya-upaya mewujudkan peran modern.

“Anggota dewan ke depan hampir setengahnya baru. Tentu kami berharap ada semangat untuk mendorong tewujudnya fokusi DPR, yakni anggaran, pengawasan dan legislasi. Dalam mewujudkan Parlemen Modern inilah, kami juga butuh bantuan teman-teman wartawan,” pungkasnya. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *