OJK Komitmen Terhadap Fintech dan Inovasi Keuangan Digital

BERITABUANA.CO, KUPANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) komitmen terhadap fintech dan inovasi keuangan digital, terbukti dengan sudah tercatatnya 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital serta sudah terdaftar dan beriizinnya 127 perusahaan fintech peer to peer lending sampai Agustus 2019.

Hal tersebut terungkap dalam siaran pers OJK berkaitan dengan akan digelarnya Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 pada tanggal 23 dan 24 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC) oleh OJK bersama Bank Indonesia dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yakni Innovation for Inclusion. Pelaksanaan juga didukung Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Penyelenggaran Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 ini merupakan upaya regulator dalam hal ini OJK dan Bank Indonesia, yang didukung AFTECH untuk lebih mendorong industri Fintech berkembang di Tanah Air dan semakin berperan dalam peningkatan inklusi keuangan masyarakat.

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani, mengatakan OJK sejak awal telah memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri fintech dan inovasi keuangan digital melalui pengawasan dan pembinaan, antara lain dengan mengeluarkan beberapa peraturan terkait fintech yang mengutamakan perlindungan konsumen tanpa menghalangi inovasi.

“OJK selama ini selalu mendukung inovasi keuangan digital sejalan upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Namun kami juga secara konsisten memastikan bahwa produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang ditawarkan tidak melanggar peraturan dan selalu mengedepankan perlindungan konsumen,” kata Triyono Gani.

Pihaknya melihat bahwa ajang ini, khususnya Fintech Expo, mampu menjadi sebuah ajang untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat luas terkait perkembangan industri fintech, khususnya di sektor sistem pembayaran digital dengan berbagai variasi produk dan layanannya.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), sembari menambahkan kalau BI juga akan menggunakan kesempatan Indonesia Fintech Expo 2019 sebagai ajang untuk secara khusus mensosialisasikan QR Code Indonesia Standard (QRIS) yang sudah diluncurkan secara resmi di bulan Agustus yang lalu.

Penyelenggaraan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 akan menjadi pameran terbesar di Indonesia tahun ini dengan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan fintech yang dalam beberapa tahun terakhir sudah menyajikan berbagai inovasi produk dan layanan jasa keuangan berbasis teknologi kepada masyarakat luas di Indonesia, khususnya untuk segmen unbanked dan undeserved yang selama ini belum terjangkau oleh sektor keuangan konvensional.

“Melalui Indonesia Fintech Expo 2019, kami ingin untuk menunjukkan komitmen industri fintech dalam mendukung target tercapainya inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019 melalui berbagai solusi fintech yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat,” ujar Niki Luhur, Ketua Umum AFTECH. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here