Kemensos Siapkan 5 Langkah Strategis, Tangani Karhutla

Mensos RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.

BERITABUANA.CO, PEKANBARU – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, untuk penanganan dan pengendalian dampak kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan, pihaknya menyiapkan lima langkah strategis. Pertama, mengkonsolidasikan internal dari Kemensos hingga ke daerah, Dinas Sosial di wilayah terdampak kahutla, serta konsolidasi eksternal dengan berbagai stakeholders terkait yang memungkinkan bekerja sama secara cepat baik di lingkungan pemerintah maupun potensi masyarakat.

“Konsolidasi untuk memastikan berbagai langkah teknis di lapangan agar bisa berjalan dengan baik dan terkoordinasi, di antaranya penyiapan safe house, penyaluran logistik, pengerahan Taruna Siaga Bencana (Tagana),TKSK dan berbagai Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial di daerah, ” ujar Mensos Agus Gumiwang kepada awaqk media di Pekanbaru, sebelum mengikuti Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, Senin (16/9/2019) lalu.

Kedua, lanjut Agus, mendirikan beberapa safe house dan posko di masing-masing Kabupaten/Kota terdampak. Keberadaan safe House didukung fasilitas air purifier yang ideal dengan luas ruangan, yakni 1 unit ruangan 20 meter persegi, 2 unit tabung gas oksigen, seluruh ruangan tertutup rapat, disediakan velbed, serta didukung Tim Layanan Dukungan Psikososial dan Kesehatan/Tim Medis.

“Untuk safe house, Kemensos bekerja sama dengan kementerian, lembaga, instansi, serta pemda terkait seperti Kemenkes, Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ungkapnya seraya merinci, safe house yang disiapkan untuk penanganan korban asap karhutla 47 unit yang tersebar di 16 provinsi dan bisa menampung hingga 5.000 per hari, juga safe house berada di kantor Dinas Sosial Provinsi, UPT Kemensos, Panti Sosial milik Dinsos, serta 12 Aula Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ketiga, membuat dan menyebarkan Surat Edaran (SE) kepada Dinas Sosial yang terdampak agar mengoptimalkan potensi sumber daya, seperti Tagana, Pelopor Perdamaian, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Kampung Siaga Bencana (KSB), Sahabat Tagana, serta relawan kemanusiaan lainnya.

“Tagana telah diturunkan untuk membantu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kampar,” tandasnya.

Keempat, menyiapkan barang persediaan (bufferstock) logistik bencana untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana sosial terdiri dari pangan, sandang, pelayanan psikososial.

“Bila korban bencana mengungsi maka kebutuhan dasar yang harus disiapkan selain tiga hal tersebut adalah penyediaan air bersih dan sanitasi dan dapur umum,” katanya.

Kelima, masih menurut Mensos Agus, piaknya juga menyiapkan peralatan operasional yang diperlukan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Kelima upaya tersebut merupakan amanat UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Instruksi Presiden RI No. 11 Tahun 2015 Tentang Peningkatan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan kepada 26 Kementerian/ lembaga termasuk Kemensos,” katanya.

Selain itu, Kemensos menindaklanjuti perintah Presiden dan hasil keputusan Rapat Kabinet terbatas yang sacara khusus digelar di Pekanbaru, Riau.

“Maka sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos yakni penanganan bagi korban terdampak bencana kebakaran, seluruh jajaran Kemensos siap melakukan berbagai langkah dengan cepat di lapangan,” tutup Agus Gumiwang. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here